Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB
Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono (batik coklat) mengatakan, kombinasi penurunan produksi dan kenaikan konsumsi domestik berpotensi menekan pasokan sawit untuk pasar ekspor. Foto Fika Nur Rizki-Suara.com
baca 10 detik
  • Ekspor sawit terancam turun dari 31 juta ton pada 2026 menjadi 26,5 juta ton pada 2027.
  • Kebutuhan B50 melonjak menjadi 17,4 juta ton saat produksi sawit diproyeksikan melemah.
  • Dana biodiesel terancam menyusut jika ekspor turun, karena pendanaan bergantung pada pungutan ekspor.

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan ekspor minyak sawit Indonesia turun dari sekitar 31 juta ton pada 2026 menjadi 26,5 juta ton pada 2027. Penurunan ini dipicu oleh produksi yang melemah di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri untuk program biodiesel B50.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, kombinasi penurunan produksi dan kenaikan konsumsi domestik berpotensi menekan pasokan sawit untuk pasar ekspor. Kondisi tersebut juga dapat mengancam pendanaan program biodiesel yang selama ini bergantung pada pungutan ekspor.

“Program biodiesel ini dibiayai dari pungutan ekspor. Kalau ekspor turun, dana yang tersedia juga akan semakin terbatas,” menjadi persoalan yang disoroti GAPKI dalam konferensi pers menjelang The 22nd Indonesian Palm Oil Conference and 2027 Price Outlook (IPOC 2026) di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

GAPKI memproyeksikan produksi minyak sawit pada 2027 hanya mencapai 56,6 juta ton, turun sekitar 3,7% dibandingkan proyeksi 2026 sebesar 58,8 juta ton. Padahal, potensi produksi diperkirakan dapat mencapai 60 juta ton.

Produktivitas yang stagnan selama sekitar lima tahun terakhir menjadi salah satu penyebabnya. Lambatnya peremajaan kebun sawit rakyat akibat persoalan legalitas lahan di kawasan hutan turut menghambat peningkatan produksi. Risiko El Nino di sejumlah daerah juga menjadi ancaman bagi hasil perkebunan.

Sebaliknya, konsumsi minyak sawit dalam negeri diproyeksikan melonjak 11% menjadi 30 juta ton pada 2027. Kebutuhan biodiesel diperkirakan meningkat dari 14,7 juta ton pada 2026 menjadi 17,4 juta ton pada 2027.

Pemerintah telah memberlakukan B50 secara nasional sejak 1 Juli 2026 dan menargetkan penerapan penuh di seluruh titik penyaluran pada 1 Oktober 2026.

GAPKI mengingatkan, meningkatnya penyerapan sawit untuk biodiesel dapat menjadi persoalan ketika produksi tidak tumbuh sebanding. Sebab, pendanaan program tersebut mengandalkan pungutan ekspor yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sejak April 2026, subsidi biodiesel tercatat tidak diperlukan karena harga minyak fosil lebih mahal dibandingkan minyak sawit. Namun, GAPKI menilai kondisi tersebut tidak bisa menjadi patokan untuk jangka panjang.

baca juga

Jika harga minyak sawit kembali lebih mahal daripada solar, kebutuhan subsidi biodiesel berpotensi meningkat dan membebani dana BPDP. Karena itu, asosiasi mengusulkan agar kebijakan mandatori biodiesel dibuat lebih fleksibel dengan mempertimbangkan perbandingan harga minyak sawit dan minyak fosil.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan pendanaan B50 masih aman. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Juli lalu menegaskan pembiayaan program tersebut melalui BPDP tetap stabil. BPDP juga memperkirakan dana program B50 dapat mencapai Rp32,3 triliun, meski belum memastikan potensi kenaikan pungutan ekspor.

Di tengah tantangan pasokan, pasar ekspor sawit Indonesia juga menunjukkan pergeseran. Pada Agustus 2026, ekspor ke Uni Eropa turun 160 ribu ton atau 44% dibandingkan Juli. Sebaliknya, ekspor ke Pakistan meningkat 265 ribu ton atau 113%.

Namun, secara kumulatif Januari-Agustus 2026, ekspor ke Pakistan masih turun 1,7%, Uni Eropa turun 0,4%, dan India merosot 20,2%. Sementara itu, ekspor ke China meningkat 24,7%.

Eddy mengatakan, pelaku pasar di Eropa dan India mulai mempertanyakan kebijakan mandatori biodiesel Indonesia karena khawatir pasokan minyak sawit dunia berkurang. Sebagai produsen sekaligus konsumen sawit terbesar dunia, kebijakan domestik Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap pasar global.

Data GAPKI menunjukkan produksi CPO dan PKO hingga Agustus 2026 mencapai 40,997 juta ton, naik 5,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi domestik meningkat 6,81% menjadi 17,523 juta ton, dengan penyerapan biodiesel mencapai 9,206 juta ton.

Sementara itu, stok akhir Agustus tercatat 2,214 juta ton, masih di bawah kisaran ideal 3,5 juta-4 juta ton untuk luas perkebunan yang mencapai hampir 17 juta hektare.

Berbagai tantangan tersebut akan menjadi pembahasan dalam IPOC 2026 pada 11-13 November di Bali International Convention Center, Nusa Dua, dengan tema Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience.

Reporter: Fika Nur Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Gaya-gayaan Ngaku Polisi dan Todong Warga, Pria di Duren Sawit Habis Dikeroyok Massa!

Gaya-gayaan Ngaku Polisi dan Todong Warga, Pria di Duren Sawit Habis Dikeroyok Massa!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:35 WIB

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:56 WIB

Terkini

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:10 WIB

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:06 WIB

7 Aktivitas Seru di Jogja untuk Solusi Mengisi Akhir Pekan, Go-Kart hingga Ice Skating

7 Aktivitas Seru di Jogja untuk Solusi Mengisi Akhir Pekan, Go-Kart hingga Ice Skating

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Buntut Kasus Ijazah Gibran, Koalisi Sipil Buka Posko Aduan Ijazah Palsu DPR di Senayan

Buntut Kasus Ijazah Gibran, Koalisi Sipil Buka Posko Aduan Ijazah Palsu DPR di Senayan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kasus Keracunan hingga Masalah Fiskal, Sosiolog UGM Desak MBG Dihentikan Sementara

Kasus Keracunan hingga Masalah Fiskal, Sosiolog UGM Desak MBG Dihentikan Sementara

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:00 WIB

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI dari BRI, Klaim Sekarang

Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI dari BRI, Klaim Sekarang

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:55 WIB

PayLater Makin Mudah Diakses, Masyarakat Diingatkan Bijak Berutang

PayLater Makin Mudah Diakses, Masyarakat Diingatkan Bijak Berutang

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:54 WIB

×