- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia mencatat pergerakan variatif komoditas pangan di pasar tradisional seluruh Indonesia pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga meliputi cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, cabai merah, serta beberapa jenis beras dan gula pasir lokal.
- Komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, beras kualitas super, serta seluruh jenis minyak goreng.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mengalami pergerakan variatif pada Rabu (21/10/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah tercatat Rp104.000 per kilogram (kg), sedangkan beras kualitas medium I turun menjadi Rp16.500 per kg.
Mengutip data PIHPS BI melalui situs bi.go.id/hargapangan, harga cabai rawit merah naik 0,48 persen atau Rp500 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, beras kualitas medium I turun 0,9 persen atau Rp150 menjadi Rp16.500 per kg.
Selain cabai rawit merah, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah ukuran sedang naik 2,15 persen atau Rp800 menjadi Rp38.000 per kg.
Harga bawang putih ukuran sedang juga meningkat 3,61 persen atau Rp1.400 menjadi Rp40.150 per kg. Adapun cabai merah besar naik 0,13 persen atau Rp100 menjadi Rp76.350 per kg.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada cabai merah keriting yang tercatat Rp84.150 per kg. Harganya naik 4,65 persen atau Rp4.100 dibandingkan hari sebelumnya.
Di sisi lain, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan 1,7 persen atau Rp700 menjadi Rp40.550 per kg. Harga daging sapi kualitas I juga turun 1,38 persen atau Rp2.100 menjadi Rp150.450 per kg.

Penurunan turut terjadi pada daging sapi kualitas II yang turun 1,57 persen atau Rp2.250 menjadi Rp141.450 per kg. Sementara itu, harga telur ayam ras segar turun 1,68 persen atau Rp500 menjadi Rp29.250 per kg.
Untuk komoditas beras lainnya, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp15.250 per kg, naik 2,35 persen atau Rp350. Beras kualitas bawah II juga naik 2,37 persen atau Rp350 menjadi Rp15.100 per kg.
Sementara itu, harga beras kualitas medium II tercatat Rp16.400 per kg dan tidak mengalami perubahan. Adapun beras kualitas super I turun 1,39 persen atau Rp250 menjadi Rp17.700 per kg, sedangkan beras kualitas super II turun 1,15 persen atau Rp200 menjadi Rp17.200 per kg.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah turun 3,43 persen atau Rp700 menjadi Rp19.700 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 3,27 persen atau Rp800 menjadi Rp23.650 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II turun 2,54 persen atau Rp600 menjadi Rp23.050 per kg.
Adapun harga gula pasir kualitas premium tidak berubah, yakni Rp20.550 per kg. Berbeda dengan gula pasir lokal yang naik 1,55 persen atau Rp300 menjadi Rp19.600 per kg.
Data PIHPS BI tersebut merupakan rata-rata harga komoditas pangan di pasar tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia.