2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Dicky Prastya

Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB
2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T
Ilustrasi kesehatan. (Dok: Pexels.com)
baca 10 detik
  • Menko Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia kehilangan devisa Rp 200 triliun karena dua juta warga berobat ke luar negeri.
  • Pemerintah mengembangkan KEK Kesehatan di Sanur dan Batam pada Rabu (21/10/2026) guna menahan larinya devisa negara tersebut.
  • Strategi pengembangan KEK tersebut mencakup pelonggaran regulasi praktik dokter asing serta dukungan riset medis tingkat lanjut.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kalau selama ini Pemerintah kehilangan devisa hingga Rp 200 triliun akibat banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri.

Menko Airlangga menyebutkan, tercatat ada sekitar 2 juta WNI yang rutin mencari layanan kesehatan ke negara tetangga seperti Singapura dan Penang, Malaysia.

"Potensi devisa dari sektor kesehatan, jumlah warga yang berobat ke luar negeri termasuk Singapura, Penang, dan yang lain itu sekitar 2 juta orang, dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Untuk mengerem fenomena capital flight tersebut, Pemerintah saat ini tengah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor kesehatan yang difokuskan di Sanur dan Batam.

Di kawasan tersebut, Airlangga menyebut Pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas dan insentif khusus. Salah satunya adalah pelonggaran regulasi agar dokter asing bisa membuka praktik.

"Pemerintah mendorong kawasan ekonomi khusus kesehatan ada di Sanur dan di Batam, dan ini ada beberapa fasilitas yang diberikan yaitu relaksasi izin praktik bagi SDM kesehatan baik WNA maupun WNI di kawasan," imbuhnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Selain kelonggaran izin praktik bagi tenaga medis Warga Negara Asing (WNA), Airlangga menambahkan bahwa KEK Kesehatan juga memberikan dukungan payung hukum khusus untuk riset medis tingkat lanjut.

"Kemudian regulasi diagnostik dan juga untuk kegiatan research daripada stem cell. Kemudian juga percepatan fasilitas KEK terkait dengan regulasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," pungkasnya.

Sekadar informasi, saat ini Indonesia sudah memiliki 25 KEK yang tersebar di tujuh wilayah di Pulau Jawa. Sedangkan 18 sisanya ada di luar Pulau Jawa.

baca juga

Jika dibagi dalam kategori, 25 KEK itu terdiri dari 13 KEK Industri, 6 KEK Pariwisata, 2 KEK Kesehatan, 1 KEK Digital, 2 KEK Teknologi, dan 1 KEK Jasa Lainnya.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan bahwa sejak dibentuk, realisasi investasi KEK tercatat mencapai Rp 382,1 triliun, serapan tenaga kerja 302 ribu orang, dan jumlah badan usaha sebanyak 509.  

"Per Januari hingga September (2026) telah berhasil direalisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan penambahan 53.000 tenaga kerja," jelas Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Defisit BPJS Kesehatan Mengintai, Akademisi Desak Revisi UU SJSN dan UU BPJS

Defisit BPJS Kesehatan Mengintai, Akademisi Desak Revisi UU SJSN dan UU BPJS

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Bikin Heboh! Usulan Luhut Kerugian Negara Bukan Korupsi Dicap Ironis, Pakar Endus Motif Tersembunyi

Bikin Heboh! Usulan Luhut Kerugian Negara Bukan Korupsi Dicap Ironis, Pakar Endus Motif Tersembunyi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Things Left Behind: Menemukan Makna Kehidupan dari Barang-barang yang Tertinggal

Things Left Behind: Menemukan Makna Kehidupan dari Barang-barang yang Tertinggal

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Tecno Spark 50s 5G Meluncur, Layar 120Hz dan Fast Charging 45W Jadi Andalan

Tecno Spark 50s 5G Meluncur, Layar 120Hz dan Fast Charging 45W Jadi Andalan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:15 WIB

5 Feng Shui Rumah Gaya Japandi dan Skandinavia Minimalis, Nyaman Sekaligus Rezeki Mengalir

5 Feng Shui Rumah Gaya Japandi dan Skandinavia Minimalis, Nyaman Sekaligus Rezeki Mengalir

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:13 WIB

×