Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Dicky Prastya

Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB
Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit
Ilustrasi pariwisata dan wisatawan. Foto: Sejumlah wisatawan berjemur di pinggiran pantai Kuta Beach Park The Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU]
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan devisa pariwisata 24 miliar dolar AS pada 2026 melalui kunjungan hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan target devisa tersebut setara dengan nilai ekspor kelapa sawit Indonesia.
  • Pemerintah mengandalkan enam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata serta meminta evaluasi dan peningkatan promosi untuk mencapai target.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kalau Pemerintah mengantongi devisa dari sektor pariwisata sebesar 24 miliar dolar AS pada 2026.

Menko Perekonomian mengakui kalau target devisa pariwisata ini setara ekspor kelapa sawit. Target itu bisa didapatkan dari kunjungan 6 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

"Di sektor pariwisata ini mendukung target 2026 di mana targetnya 16 sampai 17,6 juta wisman dengan target devisa sekitar 24 billion (dolar AS). Kalau 24 billion ini setara dengan ekspor kelapa sawit," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Untuk merealisasikan ambisi tersebut, pemerintah mengandalkan instrumen enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang telah dibentuk mencakup KEK Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Tanjung Lesung.  

Airlangga merinci, target potensi nilai ekonomi KEK Kura-Kura Bali mencapai Rp 600 miliar dari 600 ribu kunjungan wisatawan pada 2027 mendatang.  

Sementara itu, KEK Mandalika diproyeksikan mampu mencetak nilai ekonomi sebesar Rp 8,6 triliun karena adanya event internasional MotoGP yang mendatangkan 1,6 juta wisatawan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proses ratifikasi belum dilakukan lantaran masih terdapat pembahasan yang harus diselesaikan dengan pemerintah AS. Foto Fakhri-Suara.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Fakhri-Suara.com

Kendati memiliki potensi besar, Menko Airlangga juga memberikan catatan khusus terhadap beberapa KEK Pariwisata yang performanya dinilai masih lambat dan perlu segera dievaluasi agar target devisa negara bisa tercapai.

Sebanag contoh, KEK Tanjung Lesung baru mendatangkan 1,5 juta wisatawan dengan ekonomi Rp 3 triliun. Kemudian ada KEK Lido yang cuma mendatangkan 220 ribu wisatawan.

"Kemudian juga beberapa KEK yang masih perlu menjadi catatan adalah yang di Likupang ini masih perlu dioptimalkan. Dan KEK Lido ini juga masih perlu untuk didorong," tegasnya.  

baca juga

Ia berharap, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bisa mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional maupun internasional, memperkuat SDM sektor pariwisata dan penyusunan calendar of event, serta meningkatkan konektivitas lewat kolaborasi bersama Kementerian Hubungan (Kemenhub), khususnya di bandara dan maskapai.

Sekadar informasi, saat ini Indonesia sudah memiliki 25 KEK yang tersebar di tujuh wilayah di Pulau Jawa. Sedangkan 18 sisanya ada di luar Pulau Jawa.

Jika dibagi dalam kategori, 25 KEK itu terdiri dari 13 KEK Industri, 6 KEK Pariwisata, 2 KEK Kesehatan, 1 KEK Digital, 2 KEK Teknologi, dan 1 KEK Jasa Lainnya.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan bahwa sejak dibentuk, realisasi investasi KEK tercatat mencapai Rp 382,1 triliun, serapan tenaga kerja 302 ribu orang, dan jumlah badan usaha sebanyak 509.  

"Per Januari hingga September (2026) telah berhasil direalisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan penambahan 53.000 tenaga kerja," jelas Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Masih Kalah dari Vietnam dan Malaysia

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Buka Peluang Ekonomi Masyarakat, Menteri Pariwisata Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil

Buka Peluang Ekonomi Masyarakat, Menteri Pariwisata Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:41 WIB

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

Gubernur BI hingga Menkeu Kembali ke Istana, Ada Apa dengan Ekonomi?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:45 WIB

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:35 WIB

×