- Indeks Harga Saham Gabungan turun 44,53 poin atau 0,84 persen ke level 5.234 pada sesi pertama Rabu, 21 Oktober 2026.
- Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp9,31 triliun dengan volume mencapai 16,15 miliar saham di bursa.
- Sektor energi mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,61 persen, sementara sektor siklikal mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,40 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu kembali pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. IHSG turun 44,53 poin atau 0,84 persen ke level 5.234.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.310 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.327. Namun, indeks kemudian bergerak turun hingga menyentuh level terendah 5.185 pada sesi pertama.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp9,31 triliun dengan volume mencapai 16,15 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.048.252 kali.
Di tengah pelemahan IHSG, pergerakan saham di sejumlah indeks dan sektor terpantau bervariasi. Sektor siklikal, kesehatan, dan nonsiklikal masih mencatatkan penguatan, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam.
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/57655-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Sektor siklikal menguat 0,40 persen, sektor kesehatan naik 0,38 persen, dan sektor nonsiklikal bertambah 0,05 persen. Sebaliknya, sektor energi melemah 1,61 persen, sektor barang baku turun 1,56 persen, dan sektor teknologi terkoreksi 1,44 persen.
Pada kelompok saham berkapitalisasi besar, BBCA diperdagangkan di level Rp5.175 atau turun 0,48 persen. BBRI berada di level Rp2.780 atau melemah 0,36 persen, sedangkan BMRI turun 1,08 persen ke level Rp3.650.
Sementara itu, saham DMAS menjadi salah satu saham dengan kenaikan paling menonjol berdasarkan daftar saham dengan volume perdagangan terbesar. DMAS naik 14,61 persen ke level Rp204.
Di sisi lain, BUMI melemah 4,44 persen ke level Rp129, sedangkan GOTO stagnan di level Rp26.
Data Perdagangan IHSG Sesi I
- IHSG: 5.234 turun 44,53 poin atau 0,84 persen
- Pembukaan: 5.310
- Level tertinggi: 5.327
- Level terendah: 5.185
- Nilai transaksi: Rp9,31 triliun
- Volume transaksi: 16,15 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.048.252 kali
Top Value
- BBCA: Rp5.175, turun Rp25 atau 0,48 persen.
- BBRI: Rp2.780, turun Rp10 atau 0,36 persen.
- BMRI: Rp3.650, turun Rp40 atau 1,08 persen.
Top Volume
- BUMI: Rp129, turun Rp6 atau 4,44 persen.
- DMAS: Rp204, naik Rp26 atau 14,61 persen.
- GOTO: Rp26, tidak berubah atau 0,00 persen.
Top gainers LQ45
- ICBP: Rp6.050, naik Rp275 atau 4,76 persen.
- ITMG: Rp24.750, naik Rp600 atau 2,48 persen.
- AKRA: Rp1.240, naik Rp30 atau 2,48 persen.
Top losers LQ45
- WIFI: Rp1.140, turun Rp85 atau 6,94 persen.
- MAPI: Rp1.235, turun Rp90 atau 6,79 persen.
- HRTA: Rp1.505, turun Rp90 atau 5,64 persen.
Top gainers JII
- ICBP: Rp6.050, naik Rp275 atau 4,76 persen.
- AADI: Rp11.125, naik Rp175 atau 1,60 persen.
- PGAS: Rp1.325, naik Rp20 atau 1,53 persen.
Top losers JII
- WIFI: Rp1.140, turun Rp85 atau 6,94 persen.
- ENRG: Rp805, turun Rp60 atau 6,94 persen.
- RATU: Rp2.000, turun Rp170 atau 6,37 persen.
Sektor Menguat
- Sektor siklikal: naik 0,40 persen.
- Sektor kesehatan: naik 0,38 persen.
- Sektor nonsiklikal: naik 0,05 persen.
Sektor Melemah
- Sektor energi: turun 1,61 persen.
- Sektor barang baku: turun 1,56 persen.
- Sektor teknologi: turun 1,44 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar IHSG dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.