- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 1,12 persen ke level 5.387 pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
- Penguatan pasar saham domestik tersebut ditopang oleh sektor energi dan transportasi yang mencatat kenaikan terbesar di Bursa.
- Nilai tukar rupiah bergerak melemah 0,10 persen ke kisaran Rp18.050 per dolar AS di tengah sentimen global.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus rebound selama tiga hari beruntun. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, indeks ditutup menguat 1,12 persen ke level 5.387.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG ditopang oleh sektor energi dan transportasi yang mencatat kenaikan terbesar. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah pada perdagangan hari ini.
Tren positif IHSG terjadi setelah indeks mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu dan awal pekan ini. Namun, penguatan selama tiga hari beruntun belum sepenuhnya menghilangkan risiko tekanan jual, terutama jika investor mulai merealisasikan keuntungan menjelang akhir pekan.
Di tengah penguatan pasar saham domestik, mayoritas indeks bursa Asia justru ditutup melemah. Kondisi tersebut dipengaruhi tekanan pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/29289-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Sentimen global juga datang dari pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent melanjutkan penguatan ke kisaran 112 dolar AS per barel seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, nilai tukar rupiah bergerak melemah 0,10 persen ke kisaran Rp18.050 per dolar AS.
IHSG Berpeluang Uji Level 5.400
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang menguji level resistance di 5.400. Indeks perlu bertahan di atas level tersebut untuk menjaga momentum penguatan.
Adapun level 5.300 menjadi support terdekat yang perlu dicermati investor. Posisi IHSG di atas area tersebut dinilai penting untuk mempertahankan momentum positif sekaligus mengantisipasi potensi tekanan jual.
Dengan demikian, meskipun IHSG telah menguat selama tiga hari berturut-turut, investor tetap perlu mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan rupiah, serta potensi aksi ambil untung pada akhir pekan.
Perdagangan IHSG
- IHSG: 5.387,905, naik 59,545 poin atau +1,11 persen
- Pembukaan: 5.248
- Tertinggi: 5.422
- Terendah: 5.185
- Nilai transaksi: Rp16,08 triliun
- Volume transaksi: 35,76 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 2.051.655 kali
Saham Top Value
- BBRI: Rp2.900, naik Rp90 atau 3,20 persen.
- BBCA: Rp5.175, turun Rp100 atau 1,90 persen.
- BMRI: Rp3.850, naik Rp150 atau 4,05 persen.
Saham Top Volume
- GOTO: Rp25, turun Rp1 atau 3,85 persen.
- BUMI: Rp239, naik Rp4 atau 2,96 persen.
- BIPI: Rp93, naik Rp8 atau 9,41 persen.
Saham Top Gainers LQ45
- MAPI: Rp1.390, naik Rp135 atau 10,76 persen.
- AMMN: Rp3.950, naik Rp210 atau 5,61 persen.
- BBNI: Rp3.410, naik Rp160 atau 4,92 persen.
Saham Top Losers LQ45