- PT Waskita Karya menurunkan total utang dari sekitar Rp84 triliun menjadi Rp66,5 triliun sejak akhir 2023.
- Steven Subiantoro menyatakan Waskita Karya berhasil melunasi seluruh kewajiban pajak yang telah jatuh tempo sejak 2024.
- Pendapatan usaha Waskita Karya meningkat hingga Rp8,13 triliun yang didorong oleh pertumbuhan sektor jasa konstruksi.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menurunkan total utang sebesar 20,8 persen sejak akhir 2023. Nilai utang yang sebelumnya sekitar Rp84 triliun kini menjadi Rp66,5 triliun.
Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro mengatakan, perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban pajak yang telah jatuh tempo atau past due sejak restrukturisasi berlaku efektif. Dengan demikian, berdasarkan keterangan perusahaan, Waskita Karya tidak lagi memiliki tunggakan pajak sejak 2024.
Adapun, restrukturisasi keuangan tidak hanya berfokus pada penjadwalan ulang utang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan.
"Seluruh pencapaian kinerja itu menunjukkan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional. Bagi Waskita, restrukturisasi bukan sekadar reschedule utang, tapi juga kesempatan untuk memperkuat fundamental perusahaan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (30/10/2026).
Di sisi lain, Steven menyampaikan bahwa manajemen terus berupaya menekan beban keuangan dan memenuhi kewajiban perusahaan.
"Manajemen Waskita Karya juga berhasil menurunkan beban keuangan menjadi Rp2,79 triliun. Kami akan terus berusaha membayar utang atau kewajiban perusahaan, agar beban keuangan bisa semakin ditekan," tutur Steven.

Dari sisi neraca keuangan, Waskita Karya menyebut telah Pada September 2026, perseroan juga memperoleh persetujuan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2024.
Persetujuan tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam proses restrukturisasi perusahaa Selain itu, peningkatan pembayaran pinjaman bank jangka panjang dari Rp393,65 miliar menjadi Rp701,39 miliar. Angka tersebut disebut meningkat sebesar 78,18 persen.
Sementara jri, kenaikan pendapatan usaha sebesar 53,73 persen menjadi Rp8,13 triliun pada periode Januari–September 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan jasa konstruksi di tengah upaya perseroan memperkuat kinerja operasional dan melanjutkan restrukturisasi keuangan.
Berdasarkan keterangan resmi perseroan, pendapatan usaha Waskita Karya meningkat dari Rp5,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp8,13 triliun pada 2026.
Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan jasa konstruksi sebesar 71,5 persen, dari Rp3,76 triliun menjadi Rp6,45 triliun. Selain itu, realisasi proyek, terutama proyek pemerintah dengan nilai Rp3,9 triliun, turut mendukung kinerja perseroan.
Kata dia, pertumbuhan pendapatan tersebut mencerminkan perbaikan operasional di tengah proses restrukturisasi keuangan yang telah dijalankan sejak 2023.
"Demi memperkuat struktur keuangan, Waskita telah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank. Kami konsisten menjalankan implementasi perjanjian ini sampai sekarang," tegasnya.