- Jumlah investor pasar modal di Nusa Tenggara Timur mencapai 292.572 orang per 30 September 2026.
- Kelompok usia muda mendominasi basis investor di provinsi tersebut dengan persentase sebesar 86,88 persen.
- Bursa Efek Indonesia Perluas Galeri Investasi ke tingkat SMA guna tingkatkan literasi keuangan sejak dini.
Suara.com - Jumlah investor pasar modal di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 292.572 investor per 30 September 2026.
Kelompok usia muda mendominasi basis investor di provinsi tersebut, mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas edukasi pasar modal melalui Galeri Investasi, termasuk dengan menyasar pelajar sekolah menengah atas (SMA).
Kepala BEI Perwakilan NTT Adevi Sabath Sofani mengatakan, Galeri Investasi menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal.
Hingga 2026, terdapat 23 Galeri Investasi di NTT, yang terdiri atas 15 galeri di perguruan tinggi dan delapan galeri investasi edukasi. BEI mendorong setiap galeri menjalankan kegiatan edukasi secara rutin agar semakin banyak masyarakat memahami investasi dan mekanisme pasar modal.
“Setiap galeri investasi wajib melaksanakan minimal empat kegiatan dalam setahun untuk mendukung edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal, sesuai dengan perjanjian kerja sama,” kata Adevi dilansir dari laman Antara, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Adevi, sejumlah galeri di Universitas Nusa Cendana dan politeknik bahkan mampu menyelenggarakan puluhan kegiatan edukasi dalam setahun. Aktivitas tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pasar modal kepada kalangan mahasiswa dan masyarakat.
“Kegiatan seperti di Undana, di Poltek, itu bisa sampai 90 kegiatan dalam satu tahun,” ujarnya.
Investor Muda Kuasai 86,88 Persen di NTT
Dominasi kelompok usia muda menjadi salah satu gambaran perkembangan basis investor pasar modal di NTT.
Kepala Unit Pemeriksaan 1 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Dayinta Ayuningtyas mengatakan, investor berusia di bawah 30 tahun dan kelompok usia 31–40 tahun mencakup 86,88% dari total investor di provinsi tersebut.
“Investor pasar modal di NTT didominasi oleh investor muda berusia kurang dari 30 tahun dan 31-40 tahun dengan total 86,88 persen,” kata Dayinta.
Dari sisi pekerjaan, investor di NTT didominasi karyawan swasta, pegawai negeri, guru, anggota TNI/Polri, dan pensiunan. Kelompok tersebut mencakup 65,6% dari keseluruhan investor.
Data tersebut memperlihatkan besarnya peran kelompok usia produktif dalam membentuk basis investor di daerah. Namun, pertumbuhan jumlah investor juga perlu diikuti pemahaman mengenai risiko investasi, karakteristik instrumen, serta kemampuan mengambil keputusan keuangan secara terukur.
BEI Perluas Galeri Investasi hingga Sekolah Menengah
Untuk memperluas jangkauan edukasi, BEI Perwakilan NTT berencana mendorong pendirian Galeri Investasi Edukasi di tingkat SMA pada 2027. Rencana tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.
Sebagai tahap awal, sosialisasi kepada perwakilan sekolah yang memenuhi persyaratan dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Kota Kupang.
![Logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/59063-ilustrasi-logo-idx-indonesia-stock-exchange-ilustrasi-bursa-efek.jpg)
Perluasan Galeri Investasi ke sekolah menengah diharapkan dapat memperkenalkan konsep pasar modal sejak dini. Melalui edukasi yang terstruktur, pelajar dapat mempelajari dasar investasi, fungsi pasar modal, serta pentingnya memahami risiko sebelum menempatkan dana.
BEI juga mengevaluasi aktivitas setiap Galeri Investasi untuk memastikan program edukasi berjalan berkelanjutan. Adevi mengatakan, galeri yang tidak memenuhi ketentuan selama tiga tahun berturut-turut dapat ditutup.
“Sampai tiga tahun berturut-turut tidak memenuhi ketentuan, kita bisa melakukan penutupan Galeri Investasi,” katanya.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar Galeri Investasi tidak sekadar menjadi fasilitas edukasi, tetapi juga aktif menjalankan kegiatan yang mendukung peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat.
Investor Pasar Modal Nasional Tumbuh 58 Persen
Secara nasional, jumlah investor pasar modal mencapai 32,16 juta investor pada akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di NTT, jumlah investor mencapai 292.572 orang. Provinsi tersebut berada di peringkat ke-26 dari 38 provinsi berdasarkan jumlah investor, sementara Kabupaten Kupang mencatat jumlah investor terbanyak di NTT, yakni 34.116 investor.
Pertumbuhan investor secara nasional menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi investor secara jumlah, tetapi juga memahami instrumen yang dipilih dan risiko yang menyertainya.

Melalui penguatan Galeri Investasi di perguruan tinggi dan rencana ekspansi ke sekolah menengah, BEI NTT berupaya memperluas akses edukasi pasar modal sekaligus membangun pemahaman investasi di kalangan generasi muda.