- PT Hero Global Investment Tbk mencatatkan laba bersih Rp13,99 miliar hingga kuartal III 2026.
- Perseroan melunasi sebagian utang bank untuk memperkuat struktur keuangan dan menurunkan beban bunga perusahaan.
- Perusahaan melanjutkan pengembangan proyek pembangkit energi terbarukan di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.
Suara.com - Emiten Produsen listrik, PT Hero Global Investment Tbk (HGII) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp13,99 miliar hingga kuartal III 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp13,32 miliar.
Direktur Utama HGII Robin Sunyoto mengungkapkan, kenaikan laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan sebesar 4 persen YoY menjadi Rp47,92 miliar. Pada sembilan bulan pertama 2025, pendapatan HGII tercatat sebesar Rp46,06 miliar
"Kamis pertumbuhan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 15,2 persen menjadi Rp32,70 miliar, dibandingkan Rp28,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.," ujarnya seperti dikutip Jumat (6/11/2026).

Sementara itu, laba per saham perseroan meningkat 3,9 persen menjadi Rp2,15 dari sebelumnya Rp2,07. Dari sisi profitabilitas, HGII membukukan laba kotor sebesar Rp35,08 miliar. Angka tersebut turun 1,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,46 miliar.
Meski demikian, margin laba bersih perseroan meningkat menjadi 29,2 persen dari 28,9 persen pada sembilan bulan pertama 2025.
Selain pertumbuhan laba bersih, HGII juga mencatatkan perbaikan arus kas dan penurunan utang bank hingga September 2026. Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp68,99 miliar, naik 1,9 persen dibandingkan Rp67,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Arus kas operasi yang mencapai Rp32,70 miliar dimanfaatkan perseroan untuk memperkuat struktur keuangan. HGII melunasi utang bank sebesar Rp17,70 miliar dan utang kepada pihak berelasi sebesar Rp7,13 miliar, serta membagikan dividen tunai Rp2,80 miliar.
Dengan langkah tersebut, saldo utang bank perseroan turun 19,2 persen menjadi Rp74,48 miliar per 30 September 2026, dari Rp92,18 miliar pada akhir 2025. Beban keuangan juga berkurang 15,3 persen menjadi Rp6,16 miliar.
Adapun posisi kas dan setara kas HGII mencapai Rp274,94 miliar. Perseroan menyebut sebagian besar dana tersebut merupakan hasil penawaran umum perdana saham atau IPO yang dialokasikan untuk pengembangan proyek pembangkit baru.
Hingga akhir September 2026, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp758,82 miliar, sedangkan rasio utang berbunga terhadap ekuitas berada di level 0,10 kali.
Di tengah pertumbuhan kinerja keuangan, HGII juga melanjutkan pengembangan proyek pembangkit energi terbarukan. Perseroan menargetkan kapasitas kontrak pembangkit energi terbarukan mencapai 100 megawatt (MW) pada 2031. Target tersebut mencakup pembangkit listrik tenaga air, biomassa, biogas, dan surya.
Saat ini, HGII mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-1 dan Parmonangan-2 di Sumatera Utara. Seluruh pendapatan perseroan berasal dari perjanjian jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang dengan PT PLN (Persero).
Dua proyek hidro utama yang tengah dikembangkan adalah PLTA SS melalui PT Siantar Sitanduk Energi (SSE) dan PLTM LO melalui PT Multiprima Hidro Energi (MHE). Kedua proyek tersebut berlokasi di Sumatera Utara dan saat ini mengikuti proses Pengadaan Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) PLN.
HGII juga mematangkan proyek pembangkit listrik tenaga biomassa melalui PT Kalbar Bio Energi (KBE) di Kalimantan Barat.
"Dana hasil penawaran umum perdana saham telah kami alokasikan untuk pengembangan proyek pembangkit baru, sehingga kami siap mengikuti pengadaan pembangkit PLN. Percepatan proyek hidro dalam RUPTL adalah peluang besar, dan kami ingin menjadi bagian darinya," jelas Robin.
Perseroan juga didukung Shikoku Electric Power Company, Incorporated (Yonden), perusahaan listrik asal Jepang yang memiliki 25 persen saham HGII dan berpengalaman dalam konstruksi, operasi, serta pemeliharaan pembangkit listrik, termasuk pembangkit tenaga air.