Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 November 2026 | 10:19 WIB
Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap
Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)
baca 10 detik
  • Said Didu menyebut dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto sudah berlangsung sejak menjabat Menteri Pertahanan.

  • Penyidikan diminta membongkar pihak pemberi perintah, penyedia dana, dan pengguna akhir informasi penyadapan.

  • Kepastian hukum kasus penyadapan Prabowo kini sepenuhnya bergantung pada pembuktian dan hasil penyidikan resmi.

Suara.com - Dugaan pemantauan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto disinyalir sudah terjadi jauh sebelum ia menduduki kursi kepresidenan. Aksi penyadapan tersebut diduga kuat telah berlangsung sejak Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

Pengamat kebijakan publik Said Didu membeberkan indikasi rentang waktu penyadapan yang melampaui fokus penyelidikan periode 2025. Fakta ini membawa sudut pandang baru yang menggeser fokus perhatian publik pada jejak lama pemantauan pejabat negara.

Pengungkapan rentang waktu ini mengindikasikan adanya operasi pemantauan berjangka panjang terhadap figur strategis nasional. Keberadaan praktik tersebut memicu persoalan serius terkait keamanan informasi di tingkat pejabat tinggi pemerintahan.

Said membagikan pandangannya tersebut dalam sebuah tayangan dialog di akun YouTube Forum Keadilan TV. Ia menyebutkan bahwa durasi pemantauan terhadap Prabowo sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah lama. Bahkan informasi dapatkan sejak Pak Prabowo masih Menhan sudah disadap. Oh. Jadi, nah kalau itu terjadi bahwa betul bahwa masih berarti jelas dong siapa perintahkan,” ujar Said Didu.

Kendati melemparkan informasi yang mengejutkan, Said belum membeberkan bukti fisik mengenai kapan aksi itu dimulai atau siapa pelakunya. Ia menekankan analisisnya pada struktur kendali pemerintahan yang memegang kewenangan institusional pada masa tersebut.

Said mendorong publik untuk mencermati pemegang kekuasaan tertinggi di lembaga yang berpotensi terlibat jika penyadapan terbukti terjadi saat Prabowo jadi Menhan. Meski demikian, pandangan ini murni kesimpulan pribadi dan belum dibuktikan oleh penyidikan hukum.

Potensi peretasan atau pemantauan terhadap seorang kepala negara dinilai Said sebagai ancaman serius bagi stabilitas politik nasional. Risiko keamanan ini diperhitungkan dapat merusak tatanan keselamatan negara secara mendasar.

Perbandingan ekstrem tersebut dipakai untuk menegaskan betapa besarnya dampak kebocoran informasi terhadap dinamika politik. Pernyataan tersebut murni bentuk penilaian personal dalam diskusi dan bukan analisis formal dari lembaga hukum.

baca juga

Penyidikan mendalam wajib membongkar tiga elemen kunci, yaitu pihak pemberi instruksi, penyedia dana, dan pengguna akhir data penyadapan. Ketiga poin ini menjadi syarat utama untuk menyelesaikan simpul misteri kasus tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada sosok Listyo Sigit Prabowo dalam konteks pembahasan arus aliran informasi hasil penyadapan. Said sendiri belum melampirkan bukti autentik mengenai siapa penerima akhir dari data rahasia itu.

Prabowo diyakini sudah mengantongi identitas pihak-pihak yang bermain di balik layar dalam kasus penyadapan ini. Kendati demikian, penanganan perkara tetap harus diselesaikan secara terbuka melalui koridor hukum yang sah.

Kasus dugaan penyadapan ini berawal dari sorotan publik terhadap keamanan informasi Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir. Penyelidikan awal semula hanya berfokus pada potensi peretasan yang terjadi sepanjang periode 2025.

Perbincangan meluas setelah Said Didu menarik penelusuran lebih jauh ke masa ketika Prabowo masih memimpin Kementerian Pertahanan. Pembuktian resmi kini sepenuhnya bergantung pada hasil penyidikan hukum untuk menguji kebenaran indikasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Anjlok Parah Usai Kasus Penyadapan, Investor Waspada Ketidakstabilan Politik RI?

IHSG Anjlok Parah Usai Kasus Penyadapan, Investor Waspada Ketidakstabilan Politik RI?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:32 WIB

Rocky Gerung Singgung Penyadapan Prabowo: Ada Menyadap Tidak Legal itu Kerjaannya Polisi

Rocky Gerung Singgung Penyadapan Prabowo: Ada Menyadap Tidak Legal itu Kerjaannya Polisi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:31 WIB

SETARA Institute Minta Cari yang Suruh Listyo Sigit Sadap Prabowo

SETARA Institute Minta Cari yang Suruh Listyo Sigit Sadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:06 WIB

Terkini

Respons Tenang Jokowi saat Disinggung Isu Pemakzulan Gibran

Respons Tenang Jokowi saat Disinggung Isu Pemakzulan Gibran

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:07 WIB

6 Perangkat Smart Home Xiaomi di Indonesia, Harga Mulai Rp759 Ribu

6 Perangkat Smart Home Xiaomi di Indonesia, Harga Mulai Rp759 Ribu

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 10:07 WIB

Sinergi Bappisus dan PLN Dorong Penguatan Keandalan Listrik Nasional

Sinergi Bappisus dan PLN Dorong Penguatan Keandalan Listrik Nasional

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:04 WIB

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:02 WIB

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:59 WIB

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:55 WIB

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:52 WIB

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

×