Bagi masyarakat Ciamis, sosok bernama Karnah Sukarta merupakan sosok yang membanggakan. Karnah berhasil meraih medali perunggu dalam lempar lembing Asian Games 1958.
Karnah lahir di Ciamis, Jawa Barat pada 1 Februari 1940. Ia memiliki latar belakang dari keluarga petani. Sejak kecil ia punya bakat bagus di bidang olahraga.
Kisah kepahlawanan Karnah berakhir miris. Perjuangan Sukarta yang mengharumkan nama negaranya yang baru 'lahir' tersebut berakhir dengan tuduhan dan fitnah keji yang berujung pada hancurnya Karnah, tidak hanya sebagai seorang atlet tapi juga sebagai seorang manusia.
Karnah dituduh menerima suap tak lama setelah prestasi membanggakan itu.
“Karnah menyatakan bahwa apa yang telah diterimanya itu berupa uang, tidak ada hubungannya dengan keolahragaan, akan tetapi semata-mata karena dia sebagai murid yang terlantar hidupnya,” tulis majalah Aneka, 20 Oktober 1959.
Tidak itu saja, ia juga kemudian dituduh sebagai bagian dari PKI. Karnah diketahui memang sebagai seorang yang mengagumi Soekarno.
Rumahnya di Bandung dibakar, rumah tangganya berantakan, ia diceraikan oleh sang istri, dan terakhir ia mendekam di penjara selama setahun di Kebonwaru.
Kabar terakhir soal Karnah kemudian membuat heboh, pasalnya ia kemudian berganti jenis kelamin menjadi laki-laki dan berganti nama menjadi Iwan Setiawan.
Pada 2007, Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bantuan uang dan rumah kepada Karnah alias Iwan Setiawan dan beberapa mantan atlet berprestasi Indonesia lainnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Video Pendukung PDIP Serukan Yel-yel 'Aku Butuh PKI'?