Provinsi Lampung beberapa waktu lalu sempat viral lantaran video kritik soal kondisi jalan rusak yang diunggah Bima Yudho, tiktoker sekaligus mahasiwa Indonesia di Australia. Kini, giliran Ikram Afro atau Ikram Rizal yang soroti bobroknya pemerintah Lampung.
Ikram Afro menjadi salah satu orang yang berpartisipasi membersihkan pantai terkotor di dunia, pantai Sukaraja, Lampung. Ikram beberkan bagaimana pemerintah Lampung sama sekali tidak mendukung kegiatan positif itu.
Ikram geram lantaran pemerintah Lampung bahkan tak menyediakan air minum kepada warga yang bekerja keras bersihkan sampah.
"Enak ya jadi pemerintah di Lampung. Jalan rusak dibenerin, bila gak ada anggaran dikasih pak Jokowi, sampah banyak, viral masyarakat yang benerin,"
"Support mana pemerintah? Saya di lapangan kemarin, dari jam 3 subuh saya berangkat dari Jakarta, nyampe Lampung jam 8," jelas Ikram.
"Sampai saya kelar jam 4, tau gak, botol aqua minum aja nggak ada lho supportnya," tegas Ikram.
Ikram akhirnya juga yang akhirnya membeli air mineral untuk dibagikan kepada warga. Padahal katanya saat itu ia hanya memegang uang Rp100 ribu.
"Beli 3 dus dan bagi-bagi ke orang. Saking nggak ada supportnya," ungkap Ikram.
Sebelumnyam Ikran bersama warga dan grup Pandawara berjibaku membersihkan sampah yang tampak menggununug di bibir pantai Sukaraja.
Baca Juga: Tega! Warga Capai-capai Bersihkan Pantai Sukaraja, Pemerintah Lampung Ogah Belikan Air Minum
Grup Pandawara dikenal sebagi grup yang berisi kumpulan anak muda yang mengajak masyarakat lokal untuk peduli dan menjaga lingkungan sekitar.
Bersama dengan warga lokal, dan disaksikan oleh Wali Kota Lampung, grup Pandawara bahu membahu membersihkan sampah.
Fakta yang diungkap Ikram ini pun tuai hujatan dari warganet.