Saranjana kota yang dianggap gaib di Indonesia tengah jadi perbincangan publik di laman sosial media.
Seorang konten kreator Gusti Gina bagikan thread pengalamannya dua pekan masuk ke pedalaman Kalimantan untuk menemukan kota Saranjana.
Cerita-cerita mengenai kota Saranjana sebenarnya sudah beberapa kali viral di laman sosial media.
Ada yang percaya kota itu ada, namun tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun banyak juga yang mencibir keabsahan cerita mengenai kota Saranjana.
Kota Saranjana sempat tertuang di sebuah jurnal berjudul "Saranjana in Historical Record: The City's Invisibility in Pulau Laut, South Kalimantan"
Jurnal ini ditulis oleh Mansyur dari Universitas Lampung. Dalam jurnal itu, penulis merangkum sejumlah catatan sejarah.
Penulis dalam hipotesis tulisannya itu menyebut bahwa Saranjana menjadi wilayah tempat tinggal untuk suku Dayak Samihim yang bermukim di Pulau Laut.
Sekedar informasi, Dayak Samihim merupakan subetnis suku Dayak yang mendiami daerah barat laut kabupaten Kotabaru atau daerah timur laut provinsi Kalimantan Selatan.
Mansyur dalam tulisannya menyebut bahwa Saranjana ialah kerajaan yang muncul sebelum abad ke-17 masehi. Kerajaan ini menurut sumber lisan dirusak saat kedatangan pasukan Jawa yang diyakini merupakan kerajanan Majapahit.
Baca Juga: Viral Video Ricuh Suporter di Stadion Jatidiri, Kepulan Asap di Tribun Stadion, Gas Air Mata?
Yang kemudian menjadikan kota Saranjana jadi perhatian publik ialah cerita-cerita mengenai kota ini. Saranjana dianggap sebagai kota tak kasat mata yang memiliki peradaban maju dengan penduduknya yang kaya raya.
Saranjana semakin viral setelah cerita-cerita dari musisi Indonesia pernah konser di tempat tersebut.
Misalnya cerita dari vokalis Tantri Kotak di kanal YouTube Moe Production.
"Sampe sana EO nya bilang, mbak jangan kaget ya nanti, kemarin Ari Lasso main di sini, Ari Lasso main di GOR, akses pintu masuknya cuma satu, terus jangan kaget kalau tiba-tiba penontonya ilang setengah" ungkap Tantri.
"Pas udah manggung bener dong, saking gue udah dikasih tahu begitu akhirnya gue merhatiin, pas udah setengah lagu gue balik badan, lagi ke arah drum, pas balik arah ya gitu, dari sepadat-padatnya," jelasnya.
Sayangnya sampai saat ini belum ada bukti ilmiah mengenai keberadaan kota Saranjana dan masih menimbulkan teka teki bagi publik.