1 tahun lalu, 1 Oktober 2022 pecah tragedi di sepak bola Indonesia. Pertandingan BRI Liga 1 antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan berakhir menyisakan kesedihan mendalam.
135 orang tewas di Stadion Kanjuruhan. Satu berlalu, tragedi Kanjuruhan, keluarga korban masih menuntut keadilan. Suara-suara dari publik untuk tragedi ini diusut tuntas banyak didengungkan.
Tuntutan keadilan untuk keluarga korban juga disuarakan oleh suporter asing. Suporter di Liga Swedia misalnya membentangkan spanduk yang bertuliskan, "JFT 135 DE KANJURUHAN"
Spanduk ini dibentangkan ultras Degersfors saat laga tandang melawan Sirius di lanjutan Liga 1 Swedia.
![suporter asing [Twitter.com/tribunmelawan]](https://media.suara.com/suara-partners/blitz/thumbs/1200x675/2023/10/02/1-suporter-asing.png)
Hal sama juga dilakukan oleh ultras FC Carl Zeiss Jena, klub yang bermain di Regionalliga Grup A. Pada pertandingan kemarin, ultras Carl bentangkan spanduk besar untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Postingan dari akun @tribunmelawan juga memperlihatkan banyaknya solidaritas dari suporter asing untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Ultras Taranto FC 1927, klub Italia juga membentangkan spanduk berisi pesan soal tragedi Kanjuruhan di ruang-ruang publik.
![F7XjyDjb0AA2wZC [Twitter.com/tribunmelawan]](https://media.suara.com/suara-partners/blitz/thumbs/1200x675/2023/10/02/1-f7xjydjb0aa2wzc.jpg)
Ultras klub Italia lainnya, Campobasso fc juga melakukan hal sama dengan memperlihatkan spanduk bertuliskan, "Justice for the 135 victims of Kanjuruhan"
Hanya enam orang yang didakwa atas tragedi ini, meskipun pemerintah melalui TGIPF telah berjanji untuk menambah terdakwa selama proses investigas berlangsung.
Baca Juga: 'Anak Saya Mati' Teriak Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan, Aparat Malah Bentak: Jangan Macam-macam!
Terlepas dari hasil fakta temuan tim independen yang menemukan tabung gas air mata di dalam tribun penonton, kejaksaan menyatakan bahwa "angin yang bersalah" atas kematian pada tragedi. Dua polisi dibebaskan karena alasan ini.