Suara.com - Tanda tanya mengenai keputusan Vahid Halilhodzic terkait kiprahnya bersama timnas Aljazair akhirnya terjawab. Halilhodzic memutuskan untuk meletakkan jabatan pelatih Serigala Gurun.
Pelatih asal Bosnia tersebut sebelumnya pernah berkata akan mundur sebagai pelatih Aljazair usai Piala Dunia. Namun, pemerintah Aljazair secara pribadi memintanya tetap melatih Islam Slimani dan kawan-kawannya.
Dan kini, setelah hampir satu pekan sejak Aljazair disingkirkan Jerman di babak 16 besar, Halilhodzic membulatkan tekadnya untuk mundur sebagai pelatih Serigala Gurun.
"Hari ini, setelah tinggal di Nigeria selama tiga tahun, saya memutuskan untuk pergi. Keputusan ini saya ambil karena kewajiban saya dalam keluarga dan keinginan saya mencari tantangan baru," tukas pelatih asal Bosnia.
"Saya torehkan catatan baik bersama FAF (Federasi Sepak Bola Aljazair). Saya juga berterima kasih kepada Presiden FAF Mohamed Raouraoua atas kerjasamanya selama tiga tahun yang membuat semua target terpenuhi," sambungnya.
"Saya juga berterima kasih kepada para pemain, staf teknis, medis dan administrasi yang telah menemani saya selama ini. Saya juga tidak akan melupakan keramahtamahan rakyat Aljazair, yang telah mendukung saya sejak hari pertama saya tiba," tandasnya lagi.
Meski Aljazair gagal menembus ke babak perempat final, namun Serigala Gurun tampil mengejutkan di babak penyisihan grup H. Bahkan, Aljazair berhasil merepotkan Jerman di babak 16 besar.
Selepas dari Aljazair, Halilhodzic diisukan akan kembali melatih klub Turki, Trabzonspor. Klub yang pernah dilatihnya di musim 2005/06. (Soccerway)