Suara.com - Hari ini, 23 tahun yang lalu, Jack Andrew Garry Wilshere lahir di Stevenage, Inggris. Jack Wilshere adalah pemain tim nasional Inggris yang kini memperkuat lini tengah Arsenal sebagai gelandang.
Pemain yang memiliki visi, pergerakan, dan kepemimpinan yang baik, demikianlah Wilshere digambarkan oleh banyak insan sepak bola dalam dan luar Inggris. Oleh arsitek The Gunners Arsene Wenger, Wilshere disebut sebagai gelandang yang punya "teknik seperti pemain Spanyol, namun hati seorang Inggris". Sebutan itu tak lepas dari kelincahan Wilshere di lini tengah. Wilshere juga sudah teruji di semua posisi, baik itu gelandang serang, winger, maupun gelandang tengah.
Tak sedikit pula pemain dari luar Inggris yang menyebut Wilshere punya potensi untuk menjadi pemain besar. Salah satunya adalah pernyataan bek Barcelona Dani Alves yang melihat potensi Wilshere untuk memiliki kualitas bintang Barca macam Andres Iniesta atau Xavi.
Namun, banyak pula yang menilai Wilshere harus lebih dahulu mampu mengendalikan emosinya jika ingin menjadi pemain besar. Masih segar di ingatan kita bagaimana Wilshere menanduk gelandang Manchester United Marouane Fellaini saat Arsenal menjamu MU di Emirates Stadium beberapa waktu lalu.
Membela Meriam London sejak tahun 2008, pemain bernomor punggung 10 ini sudah membukukan 11 gol dari 148 laga yang dilakoninya. Sederet trofi yang ia raih bersama tim senior Arsenal antara lain Piala FA dan FA Community Shield.
Wilshere adalah salah satu hasil didikan akademi Arsenal. Ketika itu, usianya baru 9 tahun. Tampil menonjol, saat menginjak usia 15 tahun Wilshere sudah dipercaya menjadi kapten tim U-16. Bersama tim muda Gudang Peluru, Wilshere membantu merebut gelar juara Liga Premier Academy dan FA Youth Cup, keduanya di musim yang sama, 2008/2009.
Gelandang yang lahir di keluarga fans berat West Ham united ini juga salah satu pemain yang sedang bersinar di timnas. Nama Wilshere tercantum dalam daftar pemain tim asuhan Roy Hodgson sejak awal bergulirnya kualifikasi Euro 2016. Bahkan, dalam dua laga terakhir The Three Lions kontra San Marino dan Slovenia, Wilshere-lah yang jadi man of the match-nya.