Jelang Final Piala Presiden 2019, Pelatih Arema FC: Persebaya Berbahaya

Syaiful Rachman
Jelang Final Piala Presiden 2019, Pelatih Arema FC: Persebaya Berbahaya
Pelatih Arema FC Milomir Seslija (kanan) memberi instruksi pada anak asuhnya saat memimpin latihan perdana di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Kamis (10/1/2019). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Persebaya akan menjamu Arema FC di leg pertama babak final Piala Presiden 2019.

Suara.com - Pelatih Arema FC Milomir Seslija menilai Persebaya sebagai tim berbahaya yang wajib diwaspadai di leg pertama babak final Piala Presiden 2019 yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa, 9 April 2019.

"Ini pertandingan menarik dan Persebaya adalah tim kuat dan berbahaya," ujarnya saat konferensi pers jelang laga final Piala Presiden 2019 di Surabaya, Senin (8/4/2019).

Pelatih impor berkebangsaan Bosnia itu juga memprediksi pertandingan melawan tuan rumah akan berlangsung menarik. Apalagi puluhan ribu penonton diperkirakan bakal membanjiri stadion.

"Kami sangat bahagia bisa tampil di final dan melawan Persebaya. Kita tahu bahwa Persebaya dan Arema adalah dua tim terbaik di Indonesia," ucapnya.

Arema FC datang ke Surabaya dengan kekuatan penuh, termasuk dua pemain depan andalannya yang sama-sama sudah mengemas empat gol, yakni Dedik Setiawan dan Ricky Kayame.

Pelatih pesepak bola Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk timnya usai memenangkan laga pertandingan perempat final Piala Presiden 2019 Bhayangkara FC melawan Arema FC, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019). Pada pertandingan tersebut Bhayangkara FC kalah atas Arema FC dengan skor akhir 0-4. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc.
Pelatih pesepak bola Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk timnya usai memenangkan laga pertandingan perempat final Piala Presiden 2019 Bhayangkara FC melawan Arema FC, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019). Pada pertandingan tersebut Bhayangkara FC kalah atas Arema FC dengan skor akhir 0-4. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc.

Khusus Ricky Kayame, akan menjadi sorotan di partai final karena pada Liga 1 2018 pemain asal Papua itu merupakan pemain Persebaya.

Menurut Milo, sapaan akrab pelatih Arema, Ricky merupakan pemain berkualitas serta membebaskan pemain untuk tampil sebagaimana gayanya bermain, dan terbukti selama babak penyisihan hingga semifinal menjadi andalan di lini depan.

"Ricky Kayame datang ke sini berseragam Arema dan pasti motivasinya berlipat karena menjadi pemain yang tak diperpanjang tim lamanya dulu," katanya seperti dimuat Antara.

Sementara itu, pemain Arema FC Hanif Sjahbandi menegaskan kesiapannya menghadapi Persebaya. Meski tim berjuluk Singo Edan akan tampil tanpa dukungan Aremania, yang dilarang menyaksikan langsung pertandingan di stadion GBT.

"Persebaya tim kuat dan harus diwaspadai. Saya mewakili teman-teman pemain Arema sudah sangat siap dan akan mengerahkan segala kemampuan terbaik di lapangan," kata pemain yang turut mengantar Timnas U-22 juara di AFF U-22 tahun 2019 itu.

screenshot twitter oficial Persebaya Surabaya @persebayaupdate
screenshot twitter oficial Persebaya Surabaya @persebayaupdate

Arema FC berhak menantang Persebaya usai menang di dua pertandingan semifinal lawan Kalteng Putra masing-masing dengan skor sama, 3-0.

Sedangkan Persebaya lolos ke partai puncak usai mengandaskan Madura United di dua pertandingan, masing-masing 1-0 saat bermain di Surabaya dan menang 3-2 di kandang Madura, di babak semifinal.

Final putaran kedua akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat, 12 April 2019, sekaligus upacara penyerahan piala kepada tim pemenang.

Komentar

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS