Gugurkan Beberapa Calon, Komite Pemilihan PSSI Beri Penjelasan

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Gugurkan Beberapa Calon, Komite Pemilihan PSSI Beri Penjelasan
Ketua Komite Pemilihan PSSI Syarif Bastaman saat memberikan keterangan pers di Kantor PSSI, Gedung Fx Sudirman, Jakarta, Kamis (10/10/2019). (Adie Prasetyo Nugraha/suara.com).

Beberapa calon dinyatakan tidak lolos verifikasi dan tidak diperbolehkan banding.

Suara.com - Kamis (10/10/2019), Komite Pemilihan PSSI telah mengumumkan Bakal Calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang lolos verifikasi. Namun, tidak sedikit dari mereka yang digugurkan oleh Komite Pemilihan.

Komite Pemilihan sebelumnya telah mengumumkan 11 nama Bakal Calon ketua umum, 21 Calon wakil ketua umum, dan 91 anggota Exco PSSI. Setelah melewati proses administrasi, telah didapat calon sementara.

Komite Pemilihan memutuskan tiga nama bakal calon ketua umum tidak lolos. Ketiganya adalah Arif Putra Wicaksono, Yesayas Oktavianus, dan Sarman El Hakim. Namun, mereka diperbolehkan untuk banding.

Sementara untuk bakal calon wakil ketua umum PSSI, dari 21 yang tedaftar ada delapan yang dinyatakan gagal. Kemudian dua orang yaitu Doni Setiabudi dan Yesayas Oktavianus dipersilakan untuk mengajukan banding.

Khusus untuk Exco, 20 dari 91 nama yang dirilis sebelumnya dipastikan gagal bersaing berebut kursi di PSSI. Untuk Exco hanya satu orang yang tidak lolos, tapi boleh banding.

Ketua Komite Pemilihan, Syarif Bastaman menjelaskan kegagalan bakal calon yang diperbolehkan banding dan tidak karena yang bersangkutan tidak bersedia atau tidak memenuhi persyaratan, seperti batas usia.

"Kenapa tidak lolos dan tidak boleh banding? Pencalonan tersebut tidak dikonfirmasi oleh calonnya. Calonnya didukung tapi dia tidak bersedia dan tidak mengajukan formulir A1 dan Formulir A2. Itu mereka tidak serius jadi jangan banding," kata Syarif saat jumpa pers di Kantor PSSI, Gedung Fx Sudirman, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

"Ada lagi yang tak lolos dan tidak boleh banding karena faktor usia. Kan menjadi pengurus PSSI itu minimal usianya 30 tahun," ia menambahkan.

Sementara untuk bakal calon yang dipersilahkan banding, Syarif menyebut sebagian besar terganjal permasalahan masa kerja di lingkup PSSI. Pasalnya, Komite Pemilihan mengharuskan bakal calon sudah bekerja lima tahun berturut-turut atau tidak di bawah naungan PSSI.

"Ada calon yang tidak lolos namun boleh banding itu sekadar persoalan administrasi saja. Misalnya, terganjal syarat lima tahun aktif mengelola anggota PSSI. Untuk syarat masa kerja ini, kami mendapatkannya dari database Kesekretariatan Jenderal PSSI," Syarif menambahkan.

Sebagai informasi, bakal calon yang dipersilahkan banding bisa dilakukan pada 16-18 Oktober 2019, sebelum diumumkan kandidat tetap sehari setelahnya. Setelah itu Komite Pemilihan akan memberi jadwal kepada bakal calon untuk masa kampanye.

Kongres Pemilihan itu sendiri akan digelar pada 2 November 2019 mendatang. Nantinya, akan terpilih satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode kepengurusan 2019-2023.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS