Klub Kaya Raya, Man City Tak Potong Gaji Pemain di Tengah Pandemi Corona

Rully Fauzi
Klub Kaya Raya, Man City Tak Potong Gaji Pemain di Tengah Pandemi Corona
Para pemain Manchester City. [ANTHONY DEVLIN / AFP]

Kebijakan yang diambil Manchester City tidak seperti klub-klub lainnya.

Suara.com - Tidak seperti klub-klub lainnya, tim kaya raya Manchester City tidak akan mengambil langkah memangkas gaji para pemain dan stafnya di tengah off-nya kampanye 2019/2020 saat ini akibat pandemi Virus Corona.

Dalam pernyataan resminya, kubu Man City menjelaskan takkan menggunakan skema retensi kerja pemerintah Inggris serta takkan merumahkan stafnya.

Beberapa klub termasuk Liverpool dan Tottenham Hotspur sebelumnya dikecam karena memanfaatkan skema pemerintah, yang membolehkan staf dirumahkan dengan menerima 80 persen dari gaji akibat krisis kesehatan global ini.

Man City, yang dimiliki oleh Abu Dhabi United Group kepunyaan taipan super tajir Sheikh Mansour, pun menjadi klub Premier League alias Liga Inggris pertama yang menyatakan tidak akan mengikuti skema pemerintah itu, alias tidak akan melakukan pemangkasan gaji.

Disebutkan, manajemen Man City juga telah mengirimkan surel akhir pekan lalu yang berisi jaminan bahwa para karyawan klub akan aman dari pemecatan.

"Kami dapat memastikan, menyusul keputusan chairman (Khaldoon Al Mubarak) dan Direksi akhir pekan lalu, bahwa Manchester City tidak akan menggunakan Skema Retensi Kerja Virus Corona dari Pemerintah Inggris," kata juru bicara klub yang tak disebutkan namanya, di laman resmi Man City, Senin (6/4/2020).

"Kami tetap bertekad melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami. Dan pada saat bersamaan, kami melakukan apa yang bisa kami dukung kepada komunitas kami yang lebih besar dalam masa yang paling menantang untuk semua orang ini."

Sebelumnya, Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (PFA) berselisih dengan Otoritas Liga Inggris mengenai apakah pemain harus menyetujui pemangkasan 30 persen gajinya setelah musim 2019/2020 ini ditangguhkan.

Beberapa kalangan juga menentang pengurangan gaji seperti yang dilakukan Liverpool. Bahkan, legenda Liverpool Jamie Carragher menyebut keputusan memotong gaji tersebut bakal merusak reputasi bekas klubnya itu.

Sementara itu, Tottenham, Bournemouth, Newcastle United dan Norwich City sejauh ini menjadi beberapa klub Liga Inggris yang mencutikan stafnya, lantaran pandemi Corona yang sejauh ini sudah merenggut hampir 5.000 nyawa di Negeri Ratu Elizabeth.

Sebagai informasi tambahan, berbeda dengan Man City, klub tetangga mereka, yakni Manchester United disebut akan memotong gaji para pemainnya sebesar 30 persen di masa pandemi ini.

Meski demikian, dikabarkan jika ini adalah inisiatif dari para penggawa Man United sendiri alias dilakukan secara sukarela, dengan hasil dari pemotongan gaji tersebut semuanya akan didonasikan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS