Bursa Transfer Liga 1 Dibuka, Pelatih Persib: Skandal Terang-terangan

Syaiful Rachman
Bursa Transfer Liga 1 Dibuka, Pelatih Persib: Skandal Terang-terangan
Pelatih kepala Persib Robert Rene Alberts memberikan arahan saat anak asuhnya menjamu Bandung United dalam laga uji coba di stadion GBLA, Bandung, Sabtu (19/9/2020). Persib menang dengan skor 5-1 dalam laga itu. [Dok. Persib]

Dalam Manager Meeting di Bandung mayoritas klub menolak jendela transfer dibuka lebih awal.

Suara.com - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menduga ada skandal di balik dibukanya jendela transfer yang seharusnya dilakukan saat paruh musim atau pada Desember.

"Ini tentunya menjadi skandal berikutnya, skandal yang terang-terangan. Ini semuanya tidak logis, sekali lagi," ujar Robert di Bandung, Rabu (24/9/2020).

Robert mengatakan dalam Manager Meeting di Bandung bahwa mayoritas klub menolak jendela transfer dibuka lebih awal. Sebanyak delapan tim memilih tak setuju, tujuh tim setuju, dan tiga tim abstain.

Seharusnya, kata Robert, operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan berdasarkan suara terbanyak, tetapi mereka bersikap sebaliknya. Dengan alasan itu menjadi dugaan Robert bahwa ada skandal di tubuh PT LIB.

Baca Juga: Bukan Messi - Neymar, Ini 3 Bintang yang Masuk Nominasi Pemain Terbaik UEFA

Pelatih kepala Persib Bandung Robert Rene Alberts tengah memimpin latihan rutin anak asuhnya di stadion GBLA, Bandung, Jumat (4/9/2020), pagi. [Dok. Persib]
Pelatih kepala Persib Bandung Robert Rene Alberts tengah memimpin latihan rutin anak asuhnya di stadion GBLA, Bandung, Jumat (4/9/2020), pagi. [Dok. Persib]

"Dari informasi yang saya dapat, ada tiga klub yang mencoba mengorganisir transfer window Eropa dan tiga tim ini adalah tim yang mendapat pemain Brazil yang mana semua sudah tahu tentang mereka," kata dia.

Dia pun mempertanyakan sikap PT LIB yang melakukan voting jika hasilnya saja tak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya ada kesepakatan dalam masa pandemi ini tak akan ada jendela transfer dan menunggu hingga paruh musim.

"Apakah logis membuka transfer window hingga Oktober, yang mana sebelumnya klub semua sepakat transfer window baru dilakukan sebelum putaran kedua yaitu pada Desember," kata dia.

"Dan ketika musim baru dimulai, yang belum tahu kapan dimulainya tahun depan, akan ada transfer window lagi (awal musim). Dalam kata lain, dalam kurun waktu tiga bulan dari sekarang akan ada dua transfer window di sepakbola Indonesia dan itu sangat tidak logis," tambahnya seperti dimuat Antara.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (29/7/2020). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (29/7/2020). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Sebelumnya, pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan bahwa pihaknya memberi keleluasaan bagi klub-klub Liga 1 musim 2020 untuk mendatangkan pemain baru pada lanjutan kompetisi.

Baca Juga: Disambangi Kuasa Hukum Luis Suarez, Bartomeu Takut dan Berubah Pikiran

Yunus menyebut kelonggaran itu tertuang dalam regulasi terbaru Liga 1 2020 yang disusun bersama oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS