Suara.com - Marcus Thuram, putra pemain legendaris Prancis Lilian Thuram, akhirnya mendapat kesempatan bermain untuk Les Bleus. Jika Marcus mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, bukan tidak mungkin pemain andalan Borussia Monchengladbach itu akan mencapai sukses seperti yang pernah dilakukan sang ayah.
Marcus bepeluang melakoni debutnya bersama Les Bleus di ajang pertandingan persahabatan kontra Finlandia, Kamis (12/11/2020), sebelum Prancis melakoni dua pertandingan UEFA Nations League menghadapi Portugal dan Swedia.
Pelatih Prancis Didier Deschamps merupakan rekan ayah Marcus ketika memenangi Piala Dunia tahun 1998.
Marcus bahkan belum genap berusia satu tahun ketika ayahnya, Lilian, menjadi pahlawan kemenangan Les Bleus di semifinal Piala Dunia Prancis melawan Kroasia.
![Bek Timnas Prancis Lilian Thuram mencetak gol ke gawang Kroasia di babak semifinal Piala Dunia yang berlangsung di Stade de France pada 9 Juli 1998. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/11/11/48612-lilian-thuram.jpg)
Membukukan 142 caps untuk negaranya, gol ke gawang Kroasia itu menjadi gol satu-satunya yang dicetak Lilian.
Yang pasti, Deschamps tidak memasukkan nama Marcus karena dia adalah putra dari sahabatnya. Akan tetapi karena memang pemain berusia 23 tahun itu patut mendapat kesempatan.
"Pujian untuk Marcus," kata Deschamps kepada wartawan.
“Dia menunjukkan jika dirinya berada di level berbeda dengan klub."
"Dia memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan dengan banyak kekuatan dan kecepatan. Dia mencetak gol, dia membuat gol dan dia memiliki bakat untuk menjadi bagus di pertandingan besar."
![Lilian Thuram (kedua kiri) memegang trofi Piala Dunia usai Prancis mengalahkan Brasil di partai final di Stade de France pada 12 Juli 1998. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/11/11/13599-lilian-thuram.jpg)
Hal senada juga dilontarkan junior sang ayah di Timnas, Robert Pires. Kepada Le Parisien, Pires menegaskan jika Marcus pantas mengenakan jersey tim Ayam Jantan.
"Marcus tidak dipilih karena ayahnya," kata Robert Pires kepada Le Parisien seperti dimuat Goal, Rabu (11/11/2020).
“Dia memiliki kekuatannya sendiri, karena dalam sepak bola menjadi putra seorang legenda itu berbahaya."
“Saya ingat Lilian sangat protektif terhadapnya dan menolak untuk mengeksposnya terlalu banyak. Suatu hari, dia mengatakan kepada saya: ‘Saya harap Marcus secara teknis lebih baik dari saya!’ Saya mengatakan kepadanya bahwa itu tidak akan sulit!”
Sepak Terjang Marcus Thuram, dididik di akademi klub kasta kedua hingga dilirik klub Bundesliga
Akademi tim Ligue 2 Sochaux adalah tempat ia menyelesaikan pendidikannya dan menjadi seorang profesional di divisi kedua Prancis pada tahun 2015.
Meskipun dia dianggap sebagai pemain menjanjikan, kepindahannya ke Guingamp pada tahun 2017 hanya dengan transfer 600.000 euro mencerminkan kualitasnya yang masih mentah dan fakta bahwa dia hanya mencetak satu gol liga di level profesional.
Hanya di Brittany bakatnya benar-benar mulai bergerak. Dikerahkan secara teratur di sisi kiri serangan mereka, Marcus menunjukkan peningkatan yang signifikan selama dua musim di klub dengan mencetak sembilan gol pada 2018-19.
Namun, yang lebih mengesankan adalah kualitas ofensifnya. Cepat dan kuat, kualitas fisiknya disesuaikan dengan kemampuan dribbling dan juga kecerdasannya.
![Penyerang Borussia Monchengladbach, Marcus Thuram menunjukkan gestur penghormatan untuk mendiang George Floyd, pada laga lanjutan Bundesliga 2019/2020 kontra Union Berlin, Minggu (31/5/2020) malam WIB. [Laman resmi Gladbach]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/01/91993-marcus-thuram-borussia-monchengladbach.jpg)
Ketika Gladbach mengalahkan persaingan dari klub-klub Ligue 1 terkemuka seperti Marseille dan Lyon untuk mendapatkan Thuram, klub asal Jerman itu mungkin tidak menyangka jika mereka mendapatkan pemain brilian hanya dengan harga 9 juta euro.
Di musim pertamanya bersama Gladbach, Marcus mengemas 14 gol dan sembilan assist dalam 39 pertandingan. Duet nya dengan Alassane Plea juga menjadikan setiap lawan waspada, tidak terkecuali klub raksasa seperti Bayern Munich dan Borussia Dortmund.
“Hari ini, ini tentang kariernya: karier ayahnya sudah berakhir. Jika Marcus ada di sini bersama kita, itu karena dia pantas mendapatkannya," tegas Deschamps.
