alexametrics

Hidupkan Kembali Sepakbola, Warganet Apresiasi Presiden Jokowi di Twitter

Fabiola Febrinastri
Hidupkan Kembali Sepakbola,  Warganet Apresiasi Presiden Jokowi di Twitter
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden ]

Adapun jumlah cuitan mencapai puluhan ribu sepanjang pagi.

Presiden Jokowi sendiri sudah mendapat banyak aspirasi terkait Liga 1 dan Liga 2 untuk dimulai lagi, karena banyak orang yang menggantungkan hidup mereka dari kompetisi ini, mulai dari pemain, pelatih, official klub, wasit, dan tenaga pendukung. Mereka sangat terdampak selama satu tahun ini sejak kompetisi dihentikan akibat wabah Covid-19.

Selain itu, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan industri yang bergerak di bidang olahraga sepakbola.

Presiden Jokowi pun telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali untuk mengkaji kemungkinan dijalankan Liga 1 dan Liga 2 musim 2021.

Menurut Menpora, selama ini, Presiden Jokowi terus memantau perkembangan sepak bola di Indonesia, termasuk mempertimbangkan untuk kembali bergulirnya kompetisi di masa pandemi.

Baca Juga: Kemenpora Harap, KKL 2021 Pemuda Katolik Mampu Hasilkan Pemuda Berkarakter

"Pak presiden memantau langsung. Ada pesan dari beliau supaya kompetisi dilakukan, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya, beberapa waktu lalu.

Menurut Menpora, Presiden Jokowi mengapresiasi gelaran Piala Menpora 2021 karena penggemar bola dan para suporter patuh terhadap imbauan tidak datang berkerumun ke stadion dan tidak nonton bareng. Presiden Jokowi juga minta  Amali mempersiapkan Liga 1 dan Liga 2 dengan baik, termasuk mengkaji kemungkinan adanya penonton terbatas di stadion.

“Beliau (Presiden Jokowi) memberi arahan kepada saya tadi untuk Liga 1 dan Liga 2 dipersiapkan dengan baik. Presiden Jokowi sudah menerima banyak apsirasi dari masyarakat, agar Liga 1 dan Liga 2 diberlakukan penonton terbatas. Bapak presiden sudah membuka peluang itu, sudah menyampaikan kepada saya untuk saya mengkaji, jadi mengkaji bukan mengizinkan,” pungkasnya.