alexametrics

Rahasia Diet Cristiano Ronaldo Agar Selalu Bugar, Cola-cola Tak Masuk Menu

Syaiful Rachman
Rahasia Diet Cristiano Ronaldo Agar Selalu Bugar, Cola-cola Tak Masuk Menu
Gestur megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo usai laga Grup F Euro 2020 kontra Prancis di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Kamis (24/6/2021) dini hari WIB. [ASZLO BALOGH / POOL / AFP]

Di usia 36 tahun, Cristiano Ronaldo masih tampil gemilang di atas lapangan hijau.

Suara.com - Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo baru saja sukses menorehkan sejarah baru di ajang Euro 2020 usai mengantar timnya lolos ke babak 16 besar.

Di usia 36 tahun Ronaldo tetap tampil impresif, dan hal itu tidak lepas dari komitmennya dalam berlatih dan juga diet ketat yang dijalaninya selama puluhan tahun.

Rahasia Ronaldo dalam menjaga kebugaran di usia yang untuk seorang pesepak bola masuk dalam kategori 'tua', dibeberkan oleh Daouda Peeters, gelandang 22 tahun asal Belgia milik Juventus.

Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. (FRANCK FIFE / POOL / AFP)
Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. (FRANCK FIFE / POOL / AFP)

Daouda Peeters mengenal Cristiano Ronaldo dengan baik. Peeters kebanyakan bermain untuk Juventus U23 tetapi sering berlatih dengan tim utama dan telah melakukan debutnya, bermain bersama Ronaldo.

Baca Juga: Benzema Turuti Instruksi Ronaldo Saat Portugal Vs Prancis dan 4 Berita Bola Terkini

Peeters mengungkapkan beberapa rahasia yang memungkinkan Cristiano untuk terus maju dan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, salah satunya berkaitan dengan diet bintang Portugal itu.

"Dia selalu makan dengan menu yang sama: brokoli, ayam, dan nasi," kata Peeters kepada HLN.

"berliter air putih, tanpa Coca-Cola."

"Cristiano ingin selalu menang dan di mana saja. Dia membuat pemain muda tumbuh. Dia benar-benar melibatkan Anda."

Pemain internasional Belgia U21 itu juga menyoroti seberapa besar Ronaldo merawat dirinya sendiri sepanjang musim.

Baca Juga: Ferran Torres ke Lewandowski: Jika Perkataan Saya Menyinggung, Saya Minta Maaf

"Dia tidak melakukan latihan perut itu karena kesombongan, tetapi karena dia melihat tubuhnya sebagai alat untuk bekerja," lanjut Peeters.

Komentar