alexametrics

Masih Sakit Hati, Pjanic Seret Lionel Messi dalam Perseteruan dengan Ronald Koeman

Arief Apriadi
Masih Sakit Hati, Pjanic Seret Lionel Messi dalam Perseteruan dengan Ronald Koeman
Gelandang Barcelona, Miralem Pjanic. [Marco BERTORELLO / AFP]

Miralem Pjanic pergi dari Barcelona setelah tak diberi kesempatan bermain oleh Ronald Koeman.

Suara.com - Eks gelandang Barcelona, Miralem Pjanic menyeret Lionel Messi ke dalam perseteruan antara dirinya dan Ronald Koeman. Dia mengklaim La Pulga pun bingung dengan sikap sang pelatih.

Miralem Pjanic pergi dari Barcelona setelah tak diberi kesempatan bermain oleh Ronald Koeman sejak bergabung dari Juventus.

Kondisi itu membuat Miralem Pjanic mengambil keputusan besar untuk pergi dari Barcelona dan menerima pinangan raksasa Turki, Besiktas.

Meski begitu, rasa sakit hatinya terhadap Ronald Koeman saat masih berseragam Barcelona belum bisa dilupakan oleh Pjanic.

Baca Juga: Kisah Ansu Fati, Lahir dari Keluarga Miskin hingga Jadi Penerus Messi di Barcelona

Mantan gelandang AS Roma ini bahkan mengaku Lionel Messi pernah curhat kepadanya saking keheranan dengan sikap Koeman terhadap pemain senior Barca.

Sejak menukangi Barclona, Koeman dianggap seperti pelatih yang anti terhadap pemain senior di skuatnya, hingga membuat Pjanic tak tahan.

"Besiktas menginginkan saya jelang penutupan bursa transfer dan saya tak lagi bisa bertahan di Barcelona dengan Koeman," ucap Pjanic dikutip dari Football-Espana.

"Saya akan kehilangan satu musim lagi (tanpa bermain) dan saya tak mau itu terjadi. Koeman punya sikap dengan saya yang tidka dipahami oleh siapa pun.

"Bahkan Lionel Messi, tahun lalu ia bertanya kepada saya beberapa kali. 'Tapi kenapa dia tidak memberimu kesempatan bermain? apa ada sesuatu yang terjadi?'" imbuhnya.

Baca Juga: Presiden La Liga Javier Tebas Sebut Florentino Perez 'Sandera' Barcelona

Entah apa yang ada dipikiran Koeman terhadap sosok Pjanic, padahal selama kariernya ia selalu menjadi gelandang andalan bagi tim tersebut.

Mulai dari Metz, Lyon, AS Roma hingga terakhir adalah raksasa Italia untuk wilayah Turin, Juventus.

Pjanic sejatinya adalah korban pertukaran pemain Barcelona-Juventus, dengan Arthur Melo di dalamnya. Sejak pindah ke Camp Nou, dia kesulitan mendapat menit bermain.

Pjanic hanya bermain sebanyak 19 kali di Liga Spanyol dengan total 30 kali di semua kompetisi Eropa hingga berakhir sebagai pemain pinjaman Besiktas.

Kontributor: Eko Isdiyanto

Komentar