facebook

5 Jersey Terburuk Sepanjang Masa, Kamerun hingga Barcelona

Irwan Febri Rialdi
5 Jersey Terburuk Sepanjang Masa, Kamerun hingga Barcelona
Pemain Timnas Kamerun, Pierre Wome, di Piala Dunia 2002. (Pedro Ugarte/AFP)

Jersey-jersey berikut ini digadang sebagai jersey paling buruk di dunia

Suara.com - Hadirnya jersey anyar jelang bergulirnya kompetisi jadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh fan sepak bola. Beberapa alasan, itulah cara mereka mendukung klub kesayangan mereka.

Sebagian lain, adalah bentuk kecintaan terhadap klub. Di sepak bola Indonesia, ikut membeli jersey, juga berarti ikut membantu keuangan tim.

Tapi apa jadinya jika apa yang sudah ditunggu-tunggu malah bikin fan kecewa. Alih-alih bangga menggunakan jersey klub atau pemain idola, justru malah bikin malu.

Bolatimes sudah merangkum dari sejumlah sumber deretan jersey yang dianggap buruk. Silakan disimak:

Baca Juga: Pulang ke Barcelona, Dani Alves: 5 Tahun Berjuang, Saya Seperti Orang Gila

1. Timnas Kamerun

Pemain Timnas Kamerun, Pierre Wome, di Piala Dunia 2002. (Pedro Ugarte/AFP)
Pemain Timnas Kamerun, Pierre Wome, di Piala Dunia 2002. (Pedro Ugarte/AFP)

Pada 2002, Timnas Kamerun mencuri perhatian lantaran jersey mereka tak memiliki lengan. Produsen Puma adalah pemasok jersey tersebut di Piala Dunia.

FIFA kemudian menegur Timnas Kamerun. Salah satu juru bicara mereka, Keiter Cooper, menyatakan bahwa jersey Timnas Kamerun merupakan rompi, alih-alih sebaliknya.

2. Cardiff City

Joe Mason ketika berseragam Cardiff City pada 2012. (Glyn Kirk/AFP)
Joe Mason ketika berseragam Cardiff City pada 2012. (Glyn Kirk/AFP)

Cardiff identik dengan warna biru. Bahkan julukan klub sendiri adalah Burung Biru.

Baca Juga: Alasan Xavi Hernandez Bawa Pulang Dani Alves ke Barcelona

Namun, pada musim 2012/13, klub melakukan improvisasi terhadap jersey. Mereka mengeluarkan jersey dengan corak merah. Selain itu, burung di lambang juga diganti naga.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar