Jelang Hadapi Filipina, Timnas Putri akan Tampil Baik atau Kembali Tercabik?

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:01 WIB
Jelang Hadapi Filipina, Timnas Putri akan Tampil Baik atau Kembali Tercabik?
Arsip - Penggawa timnas putri Indonesia Zahra Muzdalifah (kiri) menggiring bola saat pertandingan internal pada pengenalan dan pembukaan pemusatan latihan timnas putri Indonesia di Lapangan D, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (8/3/2021). . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Suara.com - Timnas putri Indonesia akan memainkan laga terakhir Grup B Piala Asia Wanita 2022 kontra Filipina pada 27 Januari mendatang. Garuda Pertiwi akan tampil baik atau kembali tercabik?

Filipina menjadi negara ketiga yang akan dihadapi timnas putri Indonesia di fase grup Piala Asia Wanita 2022. Dalam dua matchday sebelumnya, tim asuhan Rudy Eka Priambada hancur lebur.

Timnas putri Indonesia kalah 18 gol tanpa balas dari Australia pada matchday pertama, untuk kemudian dibantai Thailand 0-4 pada Senin (24/1/2022).

Setelah jadi lumbung gol di dua matchday pertama, timnas putri Indonesia akan coba bereaksi positif. Meski demikian, Rudy tak menampik bahwa Filipina tak ubahnya Australia dan Thailand yang akan banyak menyulitkan Garuda Pertiwi di laga nanti.

"Selanjutnya Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina. Laga ini juga berat bagi Garuda Pertiwi," kata Rudy dalam konferensi pers usai kaga kontra Thailand, Senin (24/1/2022) malam WIB.

Menurut Rudy pemain-pemain Filipina kaya dengan pengalaman. Berbeda dengan penggawa Timnas Wanita Indonesia, Filipina punya mental yang bagus karena sering diasah dalam kompetisi.

"Hampir semuanya punya paspor Amerika. Mereka punya pemain kuat dan kami harus mempersiapkan diri, bagaimana mereka bermain. Pemain mereka juga punya pengalaman di Amerika Serikat, saya berharap pemain siap," pungkas Rudy.

Timnas Wanita Indonesia masih berpeluang melaju ke perempatfinal setidak-tidaknya melalui skema peringkat ketiga terbaik.

Hal ini dikarenakan perhitungan peringkat grup Piala Asia Putri 2022 menggunakan sistem "head to head" jika ada dua atau lebih tim berpoin sama.

baca juga

Syaratnya, Indonesia harus menundukkan Filipina dengan selisih minimal lima gol tanpa kebobolan dan Thailand dikandaskan Australia pada pertandingan di hari yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mental Lemah Timnas Putri Indonesia Bukan Tanpa Sebab, Pelatih Ungkap Masalahnya

Mental Lemah Timnas Putri Indonesia Bukan Tanpa Sebab, Pelatih Ungkap Masalahnya

Bola | Selasa, 25 Januari 2022 | 08:24 WIB

Jadi Lumbung Gol di Piala Asia Wanita, Timnas Putri Indonesia Gugup dan Kalah Mental

Jadi Lumbung Gol di Piala Asia Wanita, Timnas Putri Indonesia Gugup dan Kalah Mental

Bola | Selasa, 25 Januari 2022 | 08:01 WIB

Kalah 4-0 dari Thailand, Pelatih Timnas Putri Indonesia Sebut Pemain Belum Punya Mental Bertanding di Internasional

Kalah 4-0 dari Thailand, Pelatih Timnas Putri Indonesia Sebut Pemain Belum Punya Mental Bertanding di Internasional

Surakarta | Selasa, 25 Januari 2022 | 06:28 WIB

Timnas Putri Jadi Bulan-bulanan Di Piala Asia 2022, Dalih Pelatih: Karena Kalah Mental

Timnas Putri Jadi Bulan-bulanan Di Piala Asia 2022, Dalih Pelatih: Karena Kalah Mental

Bola | Selasa, 25 Januari 2022 | 06:03 WIB

Usai Dihajar Australia, Timnas Putri Indonesia Kini Dibantai Thailand 0-4

Usai Dihajar Australia, Timnas Putri Indonesia Kini Dibantai Thailand 0-4

Riau | Selasa, 25 Januari 2022 | 06:05 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×