Ini Alasan Cristiano Ronaldo Minta Pemain Korea Selatan Tutup Mulut

Agatha Vidya Nariswari
Ini Alasan Cristiano Ronaldo Minta Pemain Korea Selatan Tutup Mulut
Ekspresi kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo pada laga Piala Dunia 2022 kontra Ghana di Qatar, Jumat (25/11/2022) dini hari WIB. [PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP]

Ronaldo menjelaskan kejadian berdasarkan versinya saat pelatih Portugal menjelaskan situasi yang terjadi pada konferensi pers pasca pertandingan.

Suara.com - Cristiano Ronaldo menjelaskan gerakan yang ia buat saat dirinya diganti dalam laga melawan Korea Selatan. Ia mengatakan bahwa gesturnya itu tidak ditujukan untuk pelatih Fernando Santos, tetapi kepada lawan yang mendesaknya untuk meninggalkan lapangan.

Ronaldo menjelaskan kejadian berdasarkan versinya saat pelatih Portugal menjelaskan situasi yang terjadi pada konferensi pers pasca pertandingan.

Menyadur Marca, kapten timnas Portugal ini mengatakan kepada lawannya untuk tutup mulut karena ia tidak memiliki wewenang menyuruhnya meninggalkan lapangan.

"Pemain Korea itu mengatakan kepada saya untuk pergi dan saya mengatakan kepadanya untuk tutup mulut karena dia tidak memiliki wewenang," jelasnya.

Baca Juga: 4 Negara Ini Warganya Malas Berhubungan Seks

"Tidak perlu ada kontroversi. Panasnya pertandingan. Apa pun yang terjadi, segalanya selalu tetap di lapangan. Yang terpenting adalah kami harus bersatu. Kami berada di fase selanjutnya. Tidak hanya para pemain, tapi juga orang Portugis harus percaya diri," lanjutnya.

Klarifikasi Fernando Santos

Klarifikasi dari Fernando Santos memperkuat penjelasan Ronaldo karena sang kapten marah dengan lawan yang menghinanya.

"Ronaldo marah dengan pemain Korea yang menghinanya dan menendangnya keluar lapangan. Dia menanggapinya, itu sangat normal. Saya mendengar apa yang dikatakan orang Korea, dalam bahasa Inggris, dan saya tidak meragukannya," klarifikasinya dalam konferensi per.

"Ronaldo menjawab 'kamu pasti sangat terbutu-butu agar aku pergi'. Pepe bahkan mengejar pemain Korea untuk itu."

Baca Juga: Mengenang Piala Dunia U-20 1979: Ketika Maradona Obok-obok Timnas Indonesia