Pelatih Fernando Santos Bongkar Alasan Ronaldo Jadi Cadangan, Jawabannya Diplomatis Banget

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 07 Desember 2022 | 06:56 WIB
Pelatih Fernando Santos Bongkar Alasan Ronaldo Jadi Cadangan, Jawabannya Diplomatis Banget
Ekspresi kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo pada laga Piala Dunia 2022 kontra Ghana di Qatar, Jumat (25/11/2022) dini hari WIB. [PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP]

Suara.com - Pelatih Portugal Fernando Santos ungkap alasan Cristiano Ronaldo jadi pemain cadangan saat melawan Swiss di laha 16 besar Piala Dunia 2022. "Berkah" Ronaldo cadangan, Portugal bisa menang besar 6-1. Namun apa sebenarnya alasan Ronaldo dipantek di bangku cadangan?

Fernando Santos menjawab dengan diplomatis. Menurutnya semua ini berlatar belakang strategi saja.

Menurut Fernando Santos, seorang pemain duduk di bangku cadangan adalah hal biasa. Sebab sepak bola permainan tim.

Bahkan tak hanya Ronaldo yang dicadangkan dalam Piala Dunia 2022.

"Andre [Silva] adalah pemain hebat yang bermain lebih maju, Cristiano lebih stabil, dia bertahan di area yang lebih ditentukan di depan kotak penalti. Goncalo memiliki karakteristik yang berbeda. Dia sangat dinamis dan observasi yang saya lakukan dan itulah yang dia lakukan." akhirnya menunjukkan kepada kita," kata Fernando Santos dikutip dari ESPN.

“Ini bukan hal baru, dia sudah masuk dalam dua pertandingan, tapi saya akan mengatakan karena Andre juga bermain di pertandingan sebelumnya, saya memiliki tiga pemain yang saya percayai sepenuhnya. Untuk setiap pertandingan saya akan menggunakan pemain mana yang saya lihat untuk strategi saya. Semua para pemain di bangku cadangan dapat digunakan [melawan Maroko [bahkan] jika mereka tidak berada di starting XI."

Portugal melaju mulus ke perempat final Piala Dunia 2022 setelah menggasak Swiss 6-1 dalam pertandingan babak 16 besar di Lusail Stadium, Lusail, Rabu dini hari WIB.

Goncalo Ramos memborong tiga gol dalam pertandingan ini, dengan tiga lainnya masing-masing dicetak oleh Pepe, Raphael Guerreiro dan Rafael Leao. Sementara itu gol hiburan Swiss dicetak oleh Manuel Akanji di babak kedua.

Kemenangan ini melengkapi 8 tim yang lolos ke perempat final. Portugal akan menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam WIB (10/12).

baca juga

Pelatih Portugal, Fernando Santos memutuskan tidak menurunkan kapten timnas sekaligus megabintang Cristiano Ronaldo dan memainkan penyerang muda 21 tahun, Goncalo Ramos. Ban kapten dipakai oleh bek veteran Pepe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sergio Busquet Sebut Tersingkir dari Piala Dunia Lewat Adu Penalti adalah Cara yang Kejam

Sergio Busquet Sebut Tersingkir dari Piala Dunia Lewat Adu Penalti adalah Cara yang Kejam

Bola | Rabu, 07 Desember 2022 | 06:48 WIB

Ronaldo Jadi Cadangan, Portugal Menang Telak atas Swiss, Fernando Santos: Masa Depannya Masih Harus Ditentukan

Ronaldo Jadi Cadangan, Portugal Menang Telak atas Swiss, Fernando Santos: Masa Depannya Masih Harus Ditentukan

Bola | Rabu, 07 Desember 2022 | 06:39 WIB

8 Fakta Menarik Usai Portugal Bantai Swiss 6-1 di 16 Besar Piala Dunia 2022

8 Fakta Menarik Usai Portugal Bantai Swiss 6-1 di 16 Besar Piala Dunia 2022

Bola | Rabu, 07 Desember 2022 | 06:26 WIB

Terkini

Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa

Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:05 WIB

5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton

5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza

Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria

Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 07:05 WIB

IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026

IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026

Surakarta | Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

×