Suara.com - Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno mengaku tidak peduli dengan polemik wacana renovasi Jakarta International Stadium (JIS) yang belakangan dikaitkan dengan isu politik. Mereka cuma fokus memperjuangkan agar Persija Jakarta punya kandang di kotanya sendiri.
Persija, yang merupakan tim Ibu Kota, nyatanya kesulitan untuk berkandang secara konsisten di Jakarta. Dalam beberapa musim terakhir, mereka lebih sering menjadikan Stadion Patriot Candrabhaga dan Wibawa Mukti di Bekasi sebagai homebase-nya.
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu memang sempat mengupayakan JIS sebagai kandang mereka di BRI Liga 1. Namun, hal itu sulit terwujud mengingat stadion tersebut masih punya catatan terkait akses masuk dan kantung parkir.
Kini, JIS diwacanakan bakal segera direnovasi dengan harapan memenuhi standar internasional dan juga FIFA. Wacana itu muncul setelah stadion itu jadi salah satu opsi venue Piala Dunia U-17 2023.
Di tengah rencana pemerintah melakukan perbaikan terhadap JIS, muncul polemik yang menganggap itu merupakan strategi politik untuk menjatuhkan Bakal Calon Presiden dari NasDem, Anies Baswedan.

Sebagai informasi, JIS memang dibangun ketika Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno mengaku tidak peduli dengan urusan politik yang mengitari wacana renovasi JIS. Para pendukung Persija disebut cuma ingin melihat tim kesayangan bisa berkandang di Jakarta.
"Kalau ini lebih nggak ada politik, kalau kita sih liat jujurnya Jakmania nggak ada urusan dengan politik dan segala macam," ujar Diky di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Dalam kesempatan itu, Diky juga baru saja menemui Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Balai Kota untuk menagih janji menjadikan JIS sebagai kandang Persija. Ia pun berharap perbaikan JIS dan akses sekitarnya bisa mewujudkan harapan Jakmania itu.
"Kita lebih peduli bagaimana caranya biar persija punya rumah di Jakarta aja gitu. Jadi. Mau apapun, siapapun dan segala macam. Kita nggak terlalu perduli lah sama itu (politik)," ucapnya.
"Tapi gimana caranya biar ada stadion milik Pemprov DKI Jakarta bisa digunakan, yuk gimana caranya kita dukung," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, Dicky juga menyebut kedatangannya juga meminta dukungan kepada Heru agar bisa menjuarai Liga 1 musim depan. Ia juga berharap ke depannya makin banyak pertandingan yang bisa digelar di Jakarta.
"(Tujuan kedatangan) yang kedua buat ngobrol soal Persija sih sebetulnya. bagaimana Persija kedepan dan minta dukungan nya Pak Gub juga," pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra tak terima rumput stadion Jakarta International Stadium (JIS) dianggap tak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola kelas internasional. Ia menyebut kualitas lapangan tersebut sudah diperhatikan sejak awal pembuatannya.
Ia pun membeberkan sejumlah keanehan dalam inspeksi yang dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Senin (4/7/2023).
Pertama, ia menyebut dalam inspeksi tersebut kedua menteri Presiden Joko Widodo itu mendadak mendatangkan kontraktor untuk menilai rumput JIS. Ia menilai hal ini janggal karena kontraktor tersebut memiliki kepentingan bisnis.
“Yang jelas punya kepentingan bisnis. Jadi apa hasil evaluasinya bisa dipercaya? Secara metode kok bisa rumput yang di-sampling, justru yang di luar garis batas pertandingan?” ujar Surya kepada wartawan, Rabu (5/7/2023).
Menurutnya, yang berhak untuk menilai kualitas rumput JIS adalah FIFA. Selain itu, ia menyoroti soal kontraktor yang dibawa padahal evaluasi dan tender proyek rumput saja belum selesai.
"Lebih parah lagi, baru sekali berkunjung tiba-tiba sudah keluar nilai proyek Rp 6 milyar. Ini mau perbaiki JIS atau mau cari proyek rumput?” ucapnya.
Ia juga mengaku mendapat kabar PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga tidak diajak untuk melakukan inspeksi, justru kunjungan langsung diambil alih pemerintah pusat yang kemudian langsung menggandeng PT Karya Rama Prima.
“Jadi niatnya seperti memang mau bikin drama, bukan survey teknis. Sementara PT KRP kan kebanyakan bikin lapangan golf, lihat saja semua proyeknya lapangan golf. Satu lapangan bola terkenal cuma Gelora Bung Karno, jadi saya bingung kenapa dia bisa dapat GBK ya?” jelasnya.
Surya menyebut pada era eks Gubernur Anies Baswedan JIS dibangun sepenuhnya oleh tenaga kerja anak bangsa dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris. Sehingga desainnya mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium, Inggris.
Dalam stadium guide line itu, FIFA disebut Surya tidak menyebut batas minimal parkir yang harus disediakan. Arahan umumnya adalah pada penggunaan transportasi publik dan modal split.
“JIS sendiri saat ini memiliki 1200 parkir yang diprioritaskan untuk Tim, Penonton dengan disabilitas, VVIP dan Undangan khusus. JIS juga didukung kantong parkir yang berada di area sekitar, seperti RS Sulianto Saroso, Kemayoran dan Ancol,” pungkasnya.
