Nova Arianto Merasa Miris Lihat Pengaturan Skor di Turnamen Usia Muda

Irwan Febri Suara.Com
Senin, 08 Juli 2024 | 16:00 WIB
Nova Arianto Merasa Miris Lihat Pengaturan Skor di Turnamen Usia Muda
Pelatih timnas U-16 Nova Arianto menjawab pertanyaan pewarta setelah memimpin latihan tim di lapangan latihan Jakarta International Stadium, Jakarta, Minggu (31/3/2024). (ANTARA/RAUF ADIPATI)

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Nova Arianto, mengaku miris dengan fenomena pengaturan skor di kancah kompetisi usia dini, saat banyak pengamat menggembar-gemborkan keunggulan pembinaan usia dini.

Nova Arianto dibuat miris saat melihat jalannya pertandingan kompetisi usia dini bernama PSM National Championship 2024 U-10 dan U-12.

Tepatnya dalam laga yang mempertandingkan klub Hassanuddin FC Yellow dan Lapatau Football School pada Sabtu (6/7/2024) di Stadion FIK UNM Banta-Bantaeng.

Dalam pertandingan itu sangat terlihat jelas bagaimana salah satu tim mempersilakan tim lain mencetak gol, lewat basa-basi umpan satu dua di area gawang sendiri.

Percobaan pertama berakhir dengan sepak pojok yang didapat tim berjersey kuning, namun tim berjersey merah kembali melakukan atraksi.

Hingga akhirnya sepakan lemah pemain tim bersjersey kuning dibiarkan begitu saja oleh kiper tim berjersey merah.

Gol pun tercipta, sungguh membuat geleng-geleng kepala, namun tak sampai di situ, sejumlah pemain berjersey kuning sempat melakukan tos dengan pemain berjersey merah.

Momen ini diunggah oleh akun Instagram @blangkon.football dan diketahui oleh Nova Arianto, yang hanya bisa berkomentar dengan satu kata.

"Miris," tulis Nova Arianto disertai dengan emotikon kebingungan, seolah menandakan betapa menyedihkan kompetisi usia dini di Indonesia.

Baca Juga: 3 Pemain Naturalisasi China Berasal dari Brasil, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Begitu pula dengan komentar netizen, sepak bola Indonesia harus menghadapi masalah besar bahwa talenta-talenta muda Tanah Air sudah dihadapkan dengan pengaturan skor usia dini.

Menarik dinantikan respons PSSI, akankah ada sikap dari Erick Thohir selaku Ketua Umum akan menaruh perhatian besar terhadap hal ini.

Jika melihat fenomena tersebut, maka lumrah saja jika tim nasional kelompok umur Indonesia lebih tertarik menggunakan pemain keturunan.

Kedisiplinan dan pemahaman terkait sepak bola modern bisa jadi lebih didapat para pemain keturunan yang berkarier di luar Indonesia.

Namun, tidak serta merta juga kompetisi dan pembinaan usia dini tidak mendapat perhatian serius dari pemangku kewenangan sepak bola Tanah Air.

Kesadaran masing-masing pihak dalam memajukan sepak bola Indonesia harus ada dan harus dimulai sedini mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI