-
Emil Audero mengalami luka kaki dan gangguan pendengaran akibat lemparan flare suporter lawan.
-
Inter Milan menang 2-0 atas Cremonese lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
-
Hasil ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia.
Suara.com - Stadion Giovanni Zini menjadi saksi bisu insiden mengerikan yang menimpa penjaga gawang andalan Cremonese yang juga Timnas Indonesia, Emil Audero.
Kiper kelahiran Mataram, Lombok tersebut mendadak tersungkur di lapangan akibat lemparan cerawat atau flare dari arah tribune penonton.
Peristiwa yang mengejutkan publik Serie A ini berlangsung ketika laga memasuki awal babak kedua pada Senin dini hari.
Saat itu, fokus pemain lain sedang berada di lini tengah sebelum sebuah benda berasap mendarat di dekat Emil.

Wasit langsung menghentikan jalannya laga demi memberikan ruang bagi tim medis untuk menyelamatkan kondisi sang kiper.
Dampak Cedera dan Gangguan Pendengaran
Berdasarkan laporan medis yang dikutip, hantaman benda tersebut memicu luka fisik dan gangguan sensorik pada tubuh Emil.
"Emil mengalami luka di kaki kanan dan sempat tidak bisa mendengar," tulis laporan resmi yang dilansir dari media ESPN.
Meskipun sempat mendapatkan perawatan intensif di pinggir lapangan, semangat juang Emil tidak lantas padam begitu saja.
Penjaga gawang yang kini membela Timnas Indonesia tersebut tetap memilih bertahan di bawah mistar hingga laga berakhir.
Ketangguhan mental Emil mendapat sorotan tajam mengingat risiko kesehatan yang ia hadapi akibat ledakan flare tersebut.
Dominasi Inter Milan dan Ketajaman Lautaro
Laga pekan ke-23 ini sejatinya menjadi ujian berat bagi lini pertahanan tim asuhan pelatih Davide Nicola.
Emil Audero harus berhadapan langsung dengan mesin gol paling mematikan di Liga Italia milik Inter Milan.
Lautaro Martinez membuktikan tajinya dengan merobek jala gawang Cremonese saat pertandingan baru berjalan enam belas menit.