Timnas Indonesia Disebut Tim Kedua Belanda, Media Cina: Rekor 67 Tahun Tak Ada Artinya

Galih Prasetyo

Senin, 14 Oktober 2024 | 21:13 WIB
Timnas Indonesia Disebut Tim Kedua Belanda, Media Cina: Rekor 67 Tahun Tak Ada Artinya
Pemain Timnas Indonesia saat melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (IG @TimnasIndonesia)

Suara.com - Sejumlah laporan media Cina jelang pertandingan melawan Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 banyak yang singgung soal keberadaan pemain naturalisasi keturunan Belanda.

Salah satu media Cina, QQ News bahkan menyebut Timnas Indonesia sebagai tim kedua Belanda. Menurut media itu, Cina akan cukup kesulitan untuk mengimbangi tim Garuda.

"Karena banyak pemain utamanya yang berasal dari Liga Belanda, dunia luar bahkan menyebut tim Indonesia sebagai tim kedua Belanda," tulis media Cina itu.

"Faktanya, tim Indonesia cita rasa Eropa memang sangat kuat, permainan mereka tak lagi seperti tim ASEAN," sambung QQ News.

Skuad Timnas Indonesia. (pssi.org)
Skuad Timnas Indonesia. (pssi.org)

Masih dari sumber yang sama, kondisi tim Cina justru sedang tidak bagus. Selain karena mengalami tiga kekalahan pada laga sebelumnya, pemain naturalisasi Cina, Fernandinho juga diprediksi absen karena otot kaki.

"Selain itu, kondisi striker utama Wu Lei yang akan comeback belum diketahui secara pasti. Ini adalah pertarungan hidup mati bagi tim nasional kita,"

Lebih lanjut, QQ News menuliskan dengan kondisi seperti sekarang, rasa-rasanya rekor 67 tahun tak terkalahkan dari Timnas Indonesia, tak ada artinya.

"Berdasarkan statistik, tim nasional Cina belum pernah kalah dari Indonesia di kompetisi internasional selama 67 tahun. Rekor sejarah itu memang luar biasa, tapi sekarang kondisinya jauh berbeda, tim kita berada di tepi jurang,"

Sementara itu, media Cina lainnya The Paper menyebut Timnas Indonesia saat ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

baca juga

Menurut media Cina itu, setidaknya ada dua faktor yang membuat Timnas Indonesia sekarang lebih disegani. Pertama ialah faktor pelatih Shin Tae-yong.

The Paper menuliskan bahwa Shin Tae-yong adalah pelatih dengan karakter kuat dan mampu meramu takik yang bagus untuk Timnas Indonesia.

Faktor kedua menurut media Cina itu ialah komposisi pemain naturalisasi yang berasal dari Eropa. Menurut mereka, keberadaan pemain naturalisasi jadi bagus karena Shin Tae-yong tahu apa yang harus dilakukan.

"Saat ini di bawah kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong, lebih dari separuh pemain starter Timnas Indonsia adalah pemain naturalisasi. Hal ini membuat Timnas Indonesia jadi lebih baik dari segi fisik dan taktik permainan," ulas media Cina tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debut Cina di Kota Sepak Bola Qingdao Berpotensi Dirusak Timnas Indonesia

Debut Cina di Kota Sepak Bola Qingdao Berpotensi Dirusak Timnas Indonesia

Bola | Senin, 14 Oktober 2024 | 20:36 WIB

Selamat Tinggal, Jordi Amat Pamit dari Timnas Indonesia: Saya Harus Fokus...

Selamat Tinggal, Jordi Amat Pamit dari Timnas Indonesia: Saya Harus Fokus...

Bola | Senin, 14 Oktober 2024 | 20:07 WIB

Iya Lah Pantes STY Kepincut, Kevin Diks Punya Kehebatan Tak Biasa di FC Copenhagen

Iya Lah Pantes STY Kepincut, Kevin Diks Punya Kehebatan Tak Biasa di FC Copenhagen

Bola | Senin, 14 Oktober 2024 | 19:43 WIB

Warga Indonesia Ancam Bunuh Wasit Ahmed Al Kaf, Nomor HP Disebar

Warga Indonesia Ancam Bunuh Wasit Ahmed Al Kaf, Nomor HP Disebar

Bola | Senin, 14 Oktober 2024 | 19:02 WIB

Kevin Diks Bela Timnas Indonesia, Ibunda Ucap Tiga Kata Sakti

Kevin Diks Bela Timnas Indonesia, Ibunda Ucap Tiga Kata Sakti

Bola | Senin, 14 Oktober 2024 | 18:53 WIB

Menghadapi China, Jadi Ajang Perbaiki Rekor Buruk Bagi Timnas Indonesia

Menghadapi China, Jadi Ajang Perbaiki Rekor Buruk Bagi Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 14 Oktober 2024 | 21:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×