- Mahavira meluncurkan koleksi busana pria bertajuk "Urban Nobility" pada 17 Oktober 2026.
- Koleksi tersebut memadukan batik tulis empat daerah dengan desain modern berupa jaket bolak-balik.
- Kolaborasi ini bertujuan memperkenalkan karya artisan lokal ke panggung fashion yang lebih luas.
Suara.com - Batik selama ini lekat dengan busana formal dan penggunaan pada acara-acara tertentu. Namun, di tangan kreatif Mahavira, warisan budaya Nusantara tersebut mendapat interpretasi baru melalui koleksi busana pria yang memadukan kekayaan batik tulis dengan desain modern.
Hasilnya, wastra tradisional tampil lebih fleksibel dan relevan untuk menemani gaya hidup pria profesional masa kini. Melalui koleksi debut bertajuk “Urban Nobility”, brand luxury menswear ini tidak hanya menawarkan perspektif baru dalam berpakaian, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan karya artisan pembatik ke panggung fashion yang lebih luas.
Diluncurkan melalui sebuah fashion show pada 17 Oktober 2026, koleksi ini mengambil inspirasi dari batik tulis empat daerah di Indonesia, yakni Madura, Indramayu, Pekalongan, dan Banyumas.
Masing-masing memiliki karakter motif dan kekayaan tradisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam siluet busana pria dengan potongan kontemporer. Alih-alih menempatkan batik sebagai elemen dekoratif semata, Mahavira menjadikannya bagian penting dari identitas setiap koleksi.
Perpaduan antara karakter wastra dan desain modern memperlihatkan bahwa batik tulis bisa tampil lebih dinamis, tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Di balik pendekatan tersebut, terdapat peran para artisan pembatik yang menjadi mitra strategis Mahavira. Brand ini memandang batik bukan sekadar motif yang mempercantik pakaian, melainkan karya yang menyimpan pengetahuan, keterampilan, serta cerita dari para perajin yang mempertahankan tradisi secara turun-temurun.
Melalui kolaborasi ini, Mahavira ingin membangun hubungan jangka panjang yang memungkinkan artisan dan brand berkembang bersama. Para pembatik menghadirkan keahlian serta karakter wastra dari daerah masing-masing, sementara Mahavira memberikan interpretasi melalui desain, konstruksi busana, hingga pendekatan pasar yang lebih luas.
Dari sisi desain, salah satu ciri khas koleksi ini adalah reversible jacket yang menjadi signature Mahavira. Hadir dalam variasi bomber jacket, track jacket, boxy jacket, dan shirt jacket, setiap rancangan dilengkapi double zipper sehingga dapat dikenakan dari dua sisi.
Konsep tersebut memberikan keleluasaan bagi pemakainya untuk mengubah tampilan sesuai kebutuhan. Satu sisi menonjolkan karakter batik tulis, sementara sisi lainnya menawarkan kesan lebih minimalis melalui material polos. Dengan begitu, busana bermotif tradisional tetap mudah dipadukan untuk berbagai suasana, baik formal maupun kasual.
Untuk menjaga kualitas konstruksi, setiap produk dijahit satu per satu melalui pendekatan tailoring dengan dukungan peralatan garment modern.
Material yang digunakan juga dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan dan karakter busana, mulai dari batik tulis 100 persen pada bagian bermotif hingga material semi-wool, linen, dan poly-rayon untuk bagian polos.
Sementara itu, palet warna earth tone seperti cokelat, beige, broken white, dan indigo blue memberikan kesan elegan sekaligus memudahkan padu padan. Koleksi ini dapat dikenakan bersama kemeja putih, sweater, maupun polo shirt, dipadukan dengan berbagai model celana untuk menciptakan tampilan yang lebih personal.
Lebih dari sekadar menghadirkan produk fashion, Mahavira juga ingin memperluas apresiasi terhadap proses dan keterampilan di balik selembar batik. Bagi brand ini, keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang material dan usia pakai pakaian, tetapi juga bagaimana tradisi serta ekosistem kreatif lokal dapat terus tumbuh.
Melalui semangat “Wear Your Legacy” dan tagline “The New Expression of Modern Masculinity”, Mahavira menawarkan cara baru memaknai kemewahan. Sebuah busana tidak hanya menjadi representasi penampilan, tetapi juga membawa identitas, menghargai karya manusia, serta menjaga keterhubungan dengan warisan budaya.
Koleksi “Urban Nobility” pun menjadi langkah awal untuk mempertemukan keterampilan artisan Nusantara dengan kebutuhan fashion modern, sekaligus membuktikan bahwa kekayaan batik Indonesia memiliki tempat istimewa dalam perkembangan luxury menswear.