Benarkah Peraih 31 Gelar Juara Carlo Ancelotti Tak Jago Teknis?

Galih Prasetyo

Kamis, 09 Januari 2025 | 22:23 WIB
Benarkah Peraih 31 Gelar Juara Carlo Ancelotti Tak Jago Teknis?
Kolase Carlo Ancelotti dan Arya Sinulingga [Istimewa]

Suara.com - Exco PSSI Arya Sinulingga dalam wawancara dengan salah satu media menyebut bahwa pelatih dengan koleksi gelar juara 31 kali Carlo Ancelotti tidak jago taktik.

Hal ini diutarakan Arya menyikapi reaksi publik pasca keputusan PSSI memilih Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong.

Publik mayoritas meragukan Kluivert sebagai pelatih di lihat dari segi taktik. Arya kemudian menyandingkan Kluivert dengan Don Carlo, yang ia sebutnya tak jago taktik.

"Maka ini seperti mencari Ancelotti, apakah Ancelotti jago teknis? Ayo. Enggak kan? Tapi Ancelotti jago meramu dan melakukan pendekatan emosi kepada pemain," kata Arya seperti dilihat Suara.com dari sejumlah video yang viral di sosial media.

Arya Sinulingga. [Dok. PSSI]
Arya Sinulingga. [Dok. PSSI]

Lantas apakah benar pernyatan Exco PSSI itu? Mari kita uji. Salah satu legenda Italia, Arrigo Sacchi punya penilaian tersendiri terhadap sepak terjang kepelatihan Ancelotti.

"Saya tidak tahu harus berkata apa lagi tentang Ancelotti," kata tulis Sacchi di La Gazzetta dello Sport. Pujian ini diutarakan Sacchi pasca Ancelotti membawa Real Madrid mengalahkan Dortmund di final Liga Champions 2024 di Stadion Wembley.

"Ia selalu tahu bagaimana memperbaiki keadaaan, bagaimana menempatkan pemain di lapangan. Dan ia rendah hati dalam mendengarkan nasihat rekan-rekannya, terutama putranya Davide yang sangat penting baginya,"

"Ia tahu betul bahwa Borrusia Dortmund berbahaya karena mereka memiliki kekuatan fisik yang besar dan terutama di awal pertandingan. Ancelotti memiliki keterampilan untuk menjelaskan hal itu kepada pemainnya dan meyakinkan mereka untuk rendah hati dan mengatakan kapan saat yang tepat untuk menyerang," papar Sacchi.

Dari pernyataan Sacchi ini bisa dibilang Ancelotti sangat paham soal teknis dan taktik psikologis pemain saat menghadapi laga genting.

baca juga

Jika merujuk dari rekam jejaknya sebagai pelatih, kita bisa melihat bagaimana Ancelotti sangat detail dalam hal segi teknis, mulai dari taktik yang digunakan hingga penempatan pemain.

Di awal kariernya Ancelotti sangat percaya pada formasi 4-4-2. Dua tahun formasi itu digunakan Ancelotti di Juventus dalam rentang waktu 1999 hingga 2001. Ia kemudian beralih ke formasi 4-2-3-1.

Real Madrid Disikat AC Milan, Carlo Ancelotti Kibarkan Bendera Putih? [Instagram Real Madrid]
Real Madrid Disikat AC Milan, Carlo Ancelotti Kibarkan Bendera Putih? [Instagram Real Madrid]

Formasi ini yang kemudian membuat seorang Zinedine Zidane tunjukkan kapasitas dan kehebatannya sebagai seorang maestro lapangan tengah.

"Di Juventus, bersama Zidane saya mulai memahami bahwa lebih baik beradaptasi dengan para pemain," kata Ancelotti.

"Ketika saya mulai melatih, saya memiliki ide yang jelas dan tidak mau beradaptasi. Di Parma, Roberto Baggio ingin bermain sebagai pemain nomor 10 dan saya tidak mau mengubah sistem. Ia pindah ke tim lain. Saya salah jadi saya mulai beradaptasi," tambahnya.

Taktik 4-3-2-1 kembali dipakai oleh Ancelotti saat melatih AC Milan. Hasilnya ia memberikan 8 gelar juara kepada Il Diavolo. Jika di Juventus ada Zidane, di Milan, Ancelotti mengandalkan sosok Andrea Pirlo.

Kepiawaian Ancelotti ialah mampu beradaptasi dengan pemain yang ia dapatkan saat melatih satu klub. Saat melatih di Chelsea. Saat di The Blues, Ancelotti dihadapkan pada pilihan Frank Lampard dan Michale Ballack.

Kedua pemain ini sangat unggul dalam hal box to box. Namun butuh pemain yang bisa menyemimbangkan lapangan tengah, Ancelotti pun tunjukkan kehebatannya dari segi teknis dengan menempatkan John Obi Mikel untuk bermain di belakang Lampard dan Ballack. Di Chelsea, Don Carlo mengusung formasi 4-1-2-1-2. Dua gelar ia berikan kepada The Blues.

Dua tahun di Liga Inggris, Don Carlo pindah ke Ligue 1 dan melatih PSG. Di tim kaya Prancis itu, Don Carlo kembali mengusung formasi 4-2-3-1. Di PSG, Ancelotti menempatkan Javies Pastore menjadi pemain nomor 10 untuk menopang Ezequiel Lavezzi, Lucas Moura, Nenê dan Jérémy Ménez yang bermain lebih melebar.

Juni 2013, Ancelotti pindah ke Real Madrid. Ia menggantikan posisi Jose Mourinho. Di El Real, Ancelotti memilih menggunakan formasi 4-3-3. Formasi ini bagi Don Carlo sangat tepat untuk mengontrol pertahanan karena El Real punya dua winger eksplosif saat itu, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo.

Di posisi ini, Don Carlo kembali tunjukkan kemampuannya menempatkan pemain dari segi teknis. Sosok Angel Di Maria yang seorang pemain sayap diubah jadi pemain nomor 8. Formasi 4-3-3 ini kemudian diubah Don Carlo menjadi 4-4-2.

Musim 2016/17, Don Carlo melatih Bayern Munich. Ancelotti kembali bekerja sama dengan Xabi Alonso. Di Munich, Alonso ditempatkan sebagai pivot tunggal dengan formasi 4-3-3. Alonso menguatkan lini tengah Munich bersama Arturo Vidal dan Thiago Alcantara.

Sepanjang karier kepelatihannya Don Carlo setia pada formasi empat beka dan setidaknya satu poros di lini tengah, mulai dari Andrea Pirlo dan John Obi Mikel serta Xabi Alonso. Mereka berfungsi untuk menyeimbangkan permainan.

Jika dicermati lebih mendalam dalam segi taktik Ancelotti, kita bisa menemukan bahwa sistem permainannya hampir dipengaruhi oleh pemain di lini tengah dan depan.

Kejelian Don Carlo dari segi teknis jika bisa dilihat dari caranya dalam hal perubahan permainan. Ia kerap dituding pasif dalam permainan dan pergantian pemain.

Namun seperti dikutip dari coachesvoice, di dua kompetisi LaLiga dan Liga Champions, Ancelotti melakukan tiga pergantian pemain dengan presentase 69 persen. Dengan kata lain, ia mencoba mengubah permainan timnya melalui perubahan taktik setidaknya dalam dua dari tiga pertandingan.

Faktanya segi teknis ini membuat Real Madrid besutan Ancelotti musim ini mampu mendominasi penguasaan bola hanya dalam 75 persen permainan mereka di tiga kompetisi utama, Liga Champions, Laliga dan Copa del Rey.

Di musim ini juga bersama Real Madrid, Ancelotti menggunakan formasi 4-3-1-2 dengan menempatkan Jude Bellingham sebagai pemain nomor 10.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Ketum PSSI: Kultur Kepelatihan Shin Tae-yong Tidak Cocok dengan Pemain Timnas Indonesia

Eks Ketum PSSI: Kultur Kepelatihan Shin Tae-yong Tidak Cocok dengan Pemain Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 09 Januari 2025 | 22:17 WIB

Resmi! Patrick Kluivert Latih Timnas, Bagaimana Nasib Rumor Louis van Gaal Jadi Dirtek?

Resmi! Patrick Kluivert Latih Timnas, Bagaimana Nasib Rumor Louis van Gaal Jadi Dirtek?

Video | Kamis, 09 Januari 2025 | 21:05 WIB

Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan Tampil di Mobile Legends

Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan Tampil di Mobile Legends

Tekno | Kamis, 09 Januari 2025 | 20:44 WIB

Rafael Struick Alami Lonjakan Nilai Transfer Sampai 2 Kali Lipat

Rafael Struick Alami Lonjakan Nilai Transfer Sampai 2 Kali Lipat

Bola | Kamis, 09 Januari 2025 | 20:38 WIB

Patrick Kluivert Duta Naturalisasi, 3 Pemain Ini Punya Kans Bela Timnas Indonesia

Patrick Kluivert Duta Naturalisasi, 3 Pemain Ini Punya Kans Bela Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 09 Januari 2025 | 20:10 WIB

Terkini

Daftar Promo Lengkap BRI Agustus-Desember 2026, Diskon Hingga Cashback Jutaan!

Daftar Promo Lengkap BRI Agustus-Desember 2026, Diskon Hingga Cashback Jutaan!

Bri | Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Huawei MatePad Mini Resmi di Indonesia,Tablet 8,8 Inci yang Nyaman Digenggam dan Memanjakan Mata

Huawei MatePad Mini Resmi di Indonesia,Tablet 8,8 Inci yang Nyaman Digenggam dan Memanjakan Mata

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:00 WIB

5 Penyebab Sunscreen Menggumpal seperti Daki saat Ditimpa Makeup

5 Penyebab Sunscreen Menggumpal seperti Daki saat Ditimpa Makeup

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.450, Naik 12,45 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.450, Naik 12,45 Persen

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Luntang-Lantung Si Gadis Taat: Saat Iman Diuji Realitas Sosial

Luntang-Lantung Si Gadis Taat: Saat Iman Diuji Realitas Sosial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Saldo Simpeda Tembus Rp75 Triliun, BPD Siap Genjot Ekonomi Daerah Demi Target 6 Persen

Saldo Simpeda Tembus Rp75 Triliun, BPD Siap Genjot Ekonomi Daerah Demi Target 6 Persen

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Saat Stroke Menyerang, Kecepatan Diagnosis Jadi Kunci: MRI 3 Tesla Bantu Ungkap Kondisi Otak

Saat Stroke Menyerang, Kecepatan Diagnosis Jadi Kunci: MRI 3 Tesla Bantu Ungkap Kondisi Otak

Health | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Bibir Kering Cocoknya Pakai Lipstik Apa? Ini 3 Pilihan Murah Favorit Pengguna

Bibir Kering Cocoknya Pakai Lipstik Apa? Ini 3 Pilihan Murah Favorit Pengguna

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Hanura Incar Suara Gen Z, Janjikan Solusi Pendidikan yang Nyambung ke Dunia Kerja

Hanura Incar Suara Gen Z, Janjikan Solusi Pendidikan yang Nyambung ke Dunia Kerja

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan

Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:21 WIB

×