- Bethsaida Hospital Gading Serpong menggunakan teknologi MRI 3 Tesla ber-AI untuk pemeriksaan detail kasus stroke.
- Rumah sakit ini menyediakan layanan darurat terintegrasi selama 24 jam melalui fasilitas Stroke Response Unit.
- Penanganan medis lanjutan ditentukan secara komprehensif oleh tim dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Suara.com - Stroke merupakan kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera. Ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau perdarahan, waktu menjadi faktor penting karena semakin cepat kondisi dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jaringan otak yang lebih luas.
Dalam situasi tersebut, pemeriksaan radiologi memiliki peran penting untuk membantu dokter memahami kondisi otak pasien. CT Scan maupun MRI dapat digunakan sesuai kondisi dan indikasi medis, termasuk untuk mengetahui jenis stroke, area otak yang terdampak, hingga menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Salah satu teknologi yang dapat menunjang pemeriksaan tersebut adalah MRI 3 Tesla. Dibandingkan pemeriksaan dengan medan magnet yang lebih rendah, teknologi ini mampu menghasilkan gambaran jaringan otak dengan detail dan resolusi yang lebih baik. Informasi tersebut dapat membantu dokter melihat perubahan pada jaringan otak dan gangguan aliran darah secara lebih komprehensif.
“Pada kasus stroke, ketepatan dan kecepatan diagnosis sangat penting. MRI 3 Tesla dapat memberikan gambaran otak yang lebih detail, sehingga membantu kami melihat area yang terdampak dengan lebih jelas. Dengan dukungan teknologi AI, kualitas pencitraan dapat semakin optimal untuk menunjang keputusan klinis dokter,” ujar dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad, Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, MRI 3 Tesla yang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk membantu mengoptimalkan kualitas gambar sekaligus mendukung efisiensi proses pemeriksaan.
Namun, hasil pencitraan bukanlah satu-satunya dasar dalam menentukan penanganan. Interpretasi tetap dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dan dipadukan dengan kondisi klinis serta pemeriksaan dokter spesialis saraf.
Hal ini menjadi penting karena stroke dapat muncul dalam berbagai kondisi. Pasien dengan stroke akibat sumbatan pembuluh darah memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda dengan pasien yang mengalami perdarahan otak.
Pada kondisi tertentu, terutama ketika ditemukan perdarahan, pembengkakan otak, atau peningkatan tekanan di dalam kepala, evaluasi dokter bedah saraf juga dapat diperlukan.
“Dalam kasus stroke, setiap pasien memiliki kondisi klinis yang berbeda. Ada pasien yang cukup ditangani dengan terapi medis dan observasi ketat, namun ada juga yang membutuhkan evaluasi bedah saraf, terutama bila terdapat perdarahan, pembengkakan otak, atau peningkatan tekanan di dalam kepala. Karena itu, penanganan stroke harus dilakukan secara komprehensif, cepat, dan tepat berdasarkan kondisi pasien serta hasil pemeriksaan penunjang,” ujar dr. Muhammad Ichsan Fachrudin Firdaus, Sp.BS, FIS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Kecepatan penanganan juga membutuhkan koordinasi antartim. Bethsaida Hospital Gading Serpong memiliki Stroke Response Unit yang melayani kondisi gawat darurat stroke selama 24 jam. Layanan ini terintegrasi dengan tim emergency, ambulans, laboratorium, radiologi, kamar operasi, hingga ruang perawatan intensif.
“Penanganan stroke akut membutuhkan kolaborasi cepat antara tim Emergency, radiologi, dokter spesialis saraf, serta tim penunjang lainnya,” kata dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Menurutnya, dukungan fasilitas radiologi, termasuk MRI 3 Tesla berbasis AI, menjadi bagian dari upaya mempercepat proses evaluasi pasien sejak awal kedatangan. Pada akhirnya, penanganan stroke tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Teknologi berperan memberikan informasi yang lebih lengkap, sementara keputusan medis ditentukan melalui kolaborasi dokter dan pemeriksaan menyeluruh.
Yang tidak kalah penting, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda stroke dan segera mencari pertolongan ketika gejala muncul. Wajah mencong, kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh, serta gangguan bicara merupakan beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
Dalam kondisi seperti ini, menunda pemeriksaan dapat berarti kehilangan waktu yang sangat berharga.