
Pada usia 15 tahun, pemain berjuluk Wak Haji pun mantap untuk memeluk agama Islam.
Selain itu, Kevin Diks juga ikut membagikan ucapan selamat Idul Fitri 2025.
Pemain FC Copenhagen tersebut memposting foto dirinya sedang berseragam timnas Indonesia.
Di atas fotonya tersebut Kevin Diks menuliskan 'Eid Mubarak' dalam siluet bergambar masjid.
Adapun Kevin Diks sebelumnya melakukan aksi terpuji setelah bela timnas Indonesia.
Ia bagi-bagi jersey latihan FC Copenhagen untuk suporter di hotel tempat timnas Indonesia menginap.

Terelihat Kevin Diks membawa banyak setelah jersey training yang menyedot perhatian fans.
Para suporter pun berebutan untuk mendapatkan jersey latihan FC Copenhagen yang dibagikan oleh Kevin Diks.
dapun jersey yang dibagikan oleh Kevin Diks tersebut seharga 249 DKK atau Rp597 ribu dilansir laman resmi klub.
Sayangnya di jeda internasional Maret 2025, rekor penalti Kevin Diks terhenti karena gagal mengeksekusi tendangan ketika lawan Australia.
Momen itu terjadi saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Australia dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (20/3/2025) malam WIB.
Pertandingan yang berlangsung di Sydney Football Stadium, Sydney, menyaksikan bek FC Copenhagen tersebut gagal mencetak gol dari titik penalti.
Padahal pemain 28 tahun tersebut bisa membawa timnas Indonesia unggul lebih dulu di awal pertandingan.
Timnas Indonesia memperoleh hadiah penalti setelah melancarkan tekanan intensif ke pertahanan Australia pada menit-menit awal.
Rafael Struick yang mencoba menembus kotak penalti dijatuhkan oleh bek Australia, yang berujung pada hadiah penalti.
Pelatih Patrick Kluivert memilih Kevin Diks sebagai eksekutor utama penalti tim Garuda, berkat catatan impresif sang pemain.
Sejak April hingga Desember 2024, Diks berhasil mencetak 11 penalti berturut-turut tanpa gagal bersama FC Copenhagen.
Nah, rinciannya adalah empat gol di Superliga Denmark, tiga di UEFA Conference League, dua di kualifikasi Conference League, dan dua di Superliga Championship.
Keberhasilan tersebut menjadikan Diks sebagai eksekutor penalti andalan klub.
Namun, di laga internasional bersama Indonesia, keberuntungan tidak berpihak padanya.
Di pertandingan melawan Australia, Diks memperoleh kesempatan emas dari titik penalti, namun eksekusinya gagal menghasilkan gol.
