Wajah Pemain Keturunan Timnas Indonesia saat Masih Muda, Siapa yang Banyak Berubah?

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 April 2025 | 10:09 WIB
Wajah Pemain Keturunan Timnas Indonesia saat Masih Muda, Siapa yang Banyak Berubah?
Melihat wajah para pemain keturunan di Timnas Indonesia saat masih berusia muda. Kira-kira, siapa yang banyak berubah?

Suara.com - Melihat wajah para pemain keturunan di Timnas Indonesia saat masih berusia muda. Kira-kira, siapa yang banyak berubah?

Saat ini, sebagian besar pemain keturunan yang ada di skuad Timnas Indonesia rata-rata berada di usia puncak sebagai pesepak bola.

Hal ini tak lepas dari keputusan para pemain keturunan di skuad Garuda yang memutuskan untuk membela panji Merah Putih saat usianya sudah matang.

Sebagai contoh adalah Thom Haye yang resmi dinaturalisasi saat usianya hampir menginjak 29 tahun. Pun dengan Kevin Diks yang dinaturalisasi pada usia 28 tahun.

Belum lagi dengan sederet pemain lainnya seperti Maarten Paes (26 tahun), Ragnar Oratmangoen (27 tahun), hingga Sandy Walsh (30 tahun).

Hampir semua pemain keturunan di Timnas Indonesia yang kini berada di usia matang, saat masih muda memiliki cita-cita bermain di tahan kelahirannya.

Sayangnya karena tak pernah dilirik oleh tanah kelahirannya, para pemain keturunan ini pun kemudian memutuskan untuk membela Timnas Indonesia di usia puncak sebagai pesepak bola.

Terlepas dari hal tersebut, menarik untuk melihat potret para pemain keturunan di Timnas Indonesia saat masih muda. Kira-kira siapa yang punya perubahan paling drastis?

1. Maarten Paes

baca juga

Maarten Paes yang dikenal oleh pendukung Timnas Indonesia saat ini terlihat layaknya pria dewasa yang memiliki brewok atau jambang.

Namun saat masih muda, Maarten Paes memiliki wajah yang tampan dengan rambut belah pinggir klimis, tanpa adanya jambang di area rahangnya.

2. Thom Haye


Thom Haye juga terlihat dewasa selama membela Timnas Indonesia. Auranya sebagai pemain matang pun terlihat baik itu di dalam dan luar lapangan.

Siapa sangka, wajah Thom Haye ternyata tak berubah sama sekali dari muda. Saat usianya di awal 20 tahun an, pemain berjuluk ‘Profesor’ ini tetap menjaga kumis dan jambang tipisnya.

3. Sandy Walsh

Tak hanya Thom Haye saja yang menjaga kumis dan jambangnya sejak muda hingga kini membela Timnas Indonesia di usia yang sudah kepala tiga.

Sandy Walsh juga terlihat tak mengalami perubahan sejak usia muda, di mana saat usianya baru 20 tahun an, ia sudah berpenampilan dengan kumis dan jambangnya.

4. Kevin Diks

Kevin Diks menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang berkharisma. Tatapan tajam dan mimik wajah serius, membuatnya terlihat ‘sangar’ di mata kawan dan lawan.

Siapa sangka, penampilan ‘sangar’ Kevin Diks ini sudah terlihat sejak dirinya masih muda. Hal ini tak lepas dari gaya rambutnya, di mana ia memilih gaya rambut ‘cepak’ khas anggota militer.

5. Joey Pelupessy

Joey Pelupessy menjadi salah satu pemain keturunan anyar di Timnas Indonesia yang dinaturalisasi saat memasuki usia puncak sebagai pesepak bola.

Tampilannya yang ‘sangar’ nyatanya tak terlihat saat masih belia. Saat masih muda, Joey Pelupessy terlihat tampan dengan senyum khas dan rambut klimisnya.

Profil Sandy Walsh, Thom Haye, dan Maarten Paes

Tim Nasional Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah sepak bola Asia dengan diperkuat oleh sejumlah pemain berdarah campuran yang berkarier di Eropa. Tiga nama yang mencuri perhatian adalah Sandy Walsh, Thom Haye, dan Maarten Paes. Kehadiran mereka memberikan dimensi baru bagi skuad Garuda, baik dari segi kualitas teknik, pengalaman internasional, maupun mentalitas. Berikut adalah profil singkat mengenai ketiga pemain kunci ini:

Sandy Walsh: Pilar Kokoh di Lini Belakang

Lahir di Brussel, Belgia, pada 14 Maret 1995, Sandy Henny Walsh memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Surabaya dan Purworejo. Berposisi utama sebagai bek kanan, pemain berusia 30 tahun ini memiliki pengalaman malang melintang di berbagai kompetisi Eropa. Ia pernah membela tim muda Belanda, namun memilih untuk membela Timnas Indonesia setelah proses naturalisasinya rampung pada tahun 2022.

Sebelum berlabuh di klub J1 League, Yokohama F. Marinos pada Februari 2025, Walsh telah bermain untuk klub-klub Belgia seperti Genk, Zulte Waregem, dan KV Mechelen. Pengalamannya bermain di liga-liga kompetitif Eropa menjadikannya pemain yang tangguh dan disiplin di lini pertahanan. Selain solid dalam bertahan, Walsh juga memiliki kemampuan menyerang yang baik, seringkali membantu tim dalam membangun serangan dari sisi sayap. Kehadirannya di Timnas Indonesia memberikan kestabilan dan pengalaman berharga, menjadikannya salah satu pemain kunci di skuad Garuda.

Thom Haye: Sang Profesor di Lini Tengah

Thom Jan Marinus Haye, lahir di Amsterdam, Belanda, pada 9 Februari 1995, mewarisi darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Solo dan neneknya dari Sulawesi Utara. Gelandang bertahan berusia 30 tahun ini dikenal dengan visi bermain yang cerdas, umpan-umpan akurat, dan kemampuan membaca permainan yang baik, hingga membuatnya dijuluki "The Professor" oleh para penggemar.

Karier Haye di Eropa cukup berwarna. Ia pernah membela AZ Alkmaar, Willem II, Lecce (Italia), ADO Den Haag, NAC Breda, dan SC Heerenveen sebelum akhirnya bergabung dengan Almere City di Eredivisie. Pengalamannya bermain di berbagai liga dengan gaya yang berbeda-beda memberikan fleksibilitas taktik bagi Timnas Indonesia. Kehadirannya di lini tengah memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta kemampuan untuk mendikte tempo permainan. Naturalisasinya yang rampung pada Maret 2024 menjadi angin segar bagi lini tengah Garuda yang membutuhkan kreativitas dan ketenangan.

Maarten Paes: Benteng Terakhir di Bawah Mistar

Maarten Vincent Paes, lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998, memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Pare, Kediri. Kiper berusia 26 tahun ini menunjukkan potensi besar sebagai penjaga gawang yang handal. Posturnya yang tinggi (192 cm) didukung dengan refleks yang cepat dan kemampuan membaca arah bola yang baik.

Paes memulai karier juniornya di Belanda bersama VV Union dan NEC Nijmegen, sebelum akhirnya menembus tim senior NEC. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan FC Utrecht dan kemudian hijrah ke Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat untuk membela FC Dallas sejak tahun 2022. Meskipun pernah membela timnas muda Belanda, Paes akhirnya memilih untuk membela Timnas Indonesia. Proses naturalisasinya sempat mengalami kendala, namun akhirnya rampung pada tahun 2024. Kehadirannya di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini belakang Garuda dan diharapkan mampu menjadi tembok kokoh dalam menghadapi serangan lawan di berbagai kompetisi mendatang.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

STY ke Nova Arianto: Nggak Usah Ambil Lisensi A Pro, Belajar Sama Saya Saja

STY ke Nova Arianto: Nggak Usah Ambil Lisensi A Pro, Belajar Sama Saya Saja

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 07:16 WIB

3 Bintang Liverpool Bakal Berhadapan dengan Sandy Walsh

3 Bintang Liverpool Bakal Berhadapan dengan Sandy Walsh

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 05:51 WIB

Siapa Dessy Arfianto? Sosok Berkaos Timnas Indonesia di Balik Tuduhan Curang Drawing Liga 4

Siapa Dessy Arfianto? Sosok Berkaos Timnas Indonesia di Balik Tuduhan Curang Drawing Liga 4

Bola | Sabtu, 12 April 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026

Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:55 WIB

Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi

Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:26 WIB

Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR

Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16 WIB

Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!

Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:09 WIB

Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang

Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 03:38 WIB

Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 03:31 WIB

Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 02:09 WIB

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 01:57 WIB

Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia

Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 01:43 WIB

Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal

Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 01:34 WIB