- Zinedine Zidane dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk melatih Timnas Prancis menggantikan Deschamps.
- Penunjukan Zidane sebagai pelatih baru Prancis ini direncanakan terjadi setelah gelaran Piala Dunia 2026.
- Presiden federasi mengonfirmasi sosok pengganti Deschamps telah terpilih, memenuhi kriteria dan dukungan publik.
Suara.com - Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, dikabarkan segera kembali ke dunia kepelatihan setelah mencapai kesepakatan verbal untuk menangani Timnas Prancis.
Kepastian ini muncul setelah lebih dari 1.700 hari ia meninggalkan bangku pelatih.
Menurut laporan media Prancis, Zidane telah mencapai kesepakatan dengan French Football Federation untuk menggantikan Didier Deschamps usai Piala Dunia 2026.
Penunjukan ini disebut hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi.
Presiden federasi, Philippe Diallo, mengisyaratkan bahwa sosok pengganti Deschamps sudah dipilih.
“Ya, saya tahu namanya. Kami membutuhkan profil yang memenuhi banyak kriteria dan bisa mendapat dukungan publik Prancis,” ujarnya dilansir dari Sportbible.
![Berapa Gaji Zinedine Zidane Jika Latih Timnas Indonesia? [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/11/10018-zinedine-zidane.jpg)
Zidane sendiri sebelumnya sudah memberi sinyal kuat ingin melatih Les Bleus.
“Saya ingin suatu hari menjadi pelatih tim nasional Prancis. Saya pasti akan kembali melatih,” katanya dalam sebuah wawancara.
Sejak mundur dari Real Madrid pada 2021, Zidane memang kerap dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Manchester United.
Namun, Zidane memilih menunggu momen tepat untuk kembali ke pinggir lapangan.
Sebagai pelatih, Zidane mencatat sejarah gemilang dengan membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Prestasi itu membuatnya dianggap sebagai salah satu pelatih elite dunia meski relatif baru memulai karier kepelatihan.
Sementara itu, Deschamps telah memastikan akan mundur setelah Piala Dunia 2026.
“Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan berhenti setelah 2026. Dalam pikiran saya, itu sudah sangat jelas,” kata Deschamps.
“Kami tidak pernah ingin hal indah ini berakhir, tapi ada saatnya untuk berhenti.”