Media Italia: Jay Idzes Pimpin Serangan Saat Timnya Tampak Tertidur

Pebriansyah Ariefana

Senin, 14 April 2025 | 10:34 WIB
Media Italia: Jay Idzes Pimpin Serangan Saat Timnya Tampak Tertidur
Jay Idzes tampil sebagai kapten tim dan mencatatkan sejumlah statistik positif. (IG Instagram)

Suara.com - Nama Jay Idzes, bek Timnas Indonesia dipuji media Italia karena kemampuan memimpin tim sebagai kapten di Venezia.

Kini Jay Idzes, tengah menjadi sorotan utama di jagat sepak bola Italia, terutama menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2025.

Penampilannya yang konsisten dan impresif di Serie B bersama Venezia membuat sejumlah klub Serie A mulai menaruh minat serius terhadapnya.

Meski Venezia saat ini terperosok ke zona degradasi, performa Jay Idzes tetap stabil dan menjanjikan. Bek berusia 24 tahun itu tampil solid di lini belakang, bahkan saat timnya berada dalam tekanan berat.

Penampilan terbarunya ketika membawa Venezia menang tipis 1-0 atas Monza dalam laga pekan ke-32 menjadi bukti bahwa pemain keturunan Indonesia-Belanda ini layak diperhitungkan di level yang lebih tinggi.

Dalam pertandingan tersebut, Jay tampil sebagai kapten tim dan mencatatkan sejumlah statistik positif.

Ia sukses melakukan tujuh sapuan bersih, satu intersep penting, memenangkan satu duel udara, dan mengirimkan 21 operan sukses.

Penampilan ini membuatnya mendapatkan rating 6,9 dari Fotmob, menegaskan kontribusinya yang signifikan dalam menjaga kestabilan pertahanan tim.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert bersama Maarten Paes dan Jay Idzes (Ig Timnas Indonesia)
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert bersama Maarten Paes dan Jay Idzes (Ig Timnas Indonesia)

Konsistensi Jay tidak datang secara instan. Sebelum bergabung dengan Venezia, ia bermain untuk FC Eindhoven di Belanda dan menunjukkan kualitas sebagai bek tengah tangguh. Kepindahannya ke Italia ternyata menjadi keputusan yang tepat.

baca juga

Ia cepat beradaptasi dengan gaya permainan Serie B yang keras dan kompetitif, bahkan mampu menjadi pemimpin di ruang ganti dan lapangan.

Performa impresif Jay Idzes juga menjadi perhatian media-media olahraga ternama di Italia. Media seperti Sportface dan Tuttomercatoweb secara terbuka mengulas ketangguhan Idzes dalam berbagai laporan mereka.

Kedua media tersebut menyoroti kemampuan Jay dalam menjaga ritme permainan serta peran kepemimpinannya yang menonjol, meski usianya masih terbilang muda.

Berkat penampilannya yang konsisten, beberapa klub papan atas Serie A dikabarkan mulai memantau perkembangan kariernya.

“Konsistensinya (Jay Idzes) bukan hal yang baru lagi, bahkan dalam hal sikap, dia adalah orang yang memimpin serangan ketika rekan satu timnya tampak tertidur,” tulis Tuttomercatoweb.

Inter Milan disebut-sebut sudah mengirimkan pemandu bakat untuk menyaksikan langsung aksinya. Selain Inter, klub lain seperti Atalanta dan Bologna juga dikabarkan tertarik memboyong Jay Idzes ke skuat mereka musim depan.

Salah satu alasan ketertarikan besar terhadap Jay Idzes tak hanya karena kemampuannya, tetapi juga karena situasi Venezia yang tengah kritis. Dengan ancaman degradasi ke Serie C, klub asal Venesia itu diyakini akan kesulitan mempertahankan pemain-pemain bintangnya. Hal ini membuka peluang bagi klub-klub besar untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Fenomena ini cukup umum terjadi di dunia sepak bola. Ketika klub terancam degradasi, nilai pasar pemain mereka cenderung turun, meskipun performa individu tetap stabil atau bahkan meningkat. Jay Idzes adalah contoh nyata pemain yang tetap bersinar meski timnya kesulitan meraih hasil positif secara kolektif.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ini tentu menjadi kabar yang membanggakan. Jay Idzes menjadi salah satu wajah baru dari pemain-pemain diaspora yang mampu menembus ketatnya persaingan di Eropa.

Dengan peluang besar bermain di Serie A musim depan, Jay berpotensi menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk berani merintis karier di luar negeri.

Apabila transfer ini benar terjadi, Jay Idzes bisa mengikuti jejak pemain Asia lainnya yang sukses di Italia, seperti Takehiro Tomiyasu yang pernah membela Bologna sebelum pindah ke Arsenal. Keberhasilan Jay akan memperluas pandangan klub-klub Eropa terhadap potensi pemain Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Menjelang bursa transfer musim panas 2025, pergerakan klub-klub Serie A terhadap Jay Idzes diprediksi akan semakin intens. Dengan kualitas yang dimiliki serta peluang untuk bermain di kasta tertinggi, masa depan pemain ini tampak kian cerah.

Profil Jay Idzes

Lahir di Mierlo, Belanda, pada 2 Juni 2000, darah Indonesia mengalir dalam diri Idzes melalui kakeknya yang lahir di Semarang. Ketertarikannya pada sepak bola tumbuh sejak usia dini, mengantarkannya bergabung dengan akademi PSV Eindhoven sebelum melanjutkan karier di VVV-Venlo dan FC Eindhoven. Di FC Eindhoven inilah, Idzes memulai debut profesionalnya pada tahun 2018.

Perjalanan kariernya terus menanjak. Pada tahun 2020, ia berlabuh di Go Ahead Eagles, di mana ia menjadi pemain kunci dan membantu tim promosi ke Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda. Penampilan solidnya di Eredivisie menarik perhatian klub Italia, Venezia, yang kemudian merekrutnya pada Juni 2023.

Kepindahan ke Venezia menjadi babak baru yang signifikan dalam karier Idzes. Ia tak hanya berhasil menembus skuad utama tim yang berlaga di Serie B, tetapi juga menunjukkan performa impresif yang membawa Venezia promosi ke Serie A musim 2024/2025. Debutnya di Serie A terjadi pada 25 Agustus 2024, menghadapi Fiorentina.

Namun, sorotan utama tertuju padanya pada 14 Desember 2024. Dalam laga melawan raksasa Juventus, Idzes mencetak gol pertamanya di Serie A, sekaligus mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pemain pertama yang melakukannya.

Gol tersebut menunjukkan kualitasnya tak hanya dalam bertahan, namun juga dalam kontribusi serangan.

Di level internasional, proses naturalisasi Idzes menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) rampung pada Desember 2023. Kehadirannya di Timnas Indonesia memberikan dimensi baru di lini belakang.

Debutnya bersama Garuda terjadi pada 21 Maret 2024 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, di mana ia tampil solid dan membantu tim meraih kemenangan.

Sejak saat itu, Idzes menjadi andalan pelatih Shin Tae-yong di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Kepercayaan ini dibayar tuntas dengan penampilan-penampilan lugas dan kontribusi signifikan dalam beberapa pertandingan penting.

Ia bahkan sempat dipercaya mengemban ban kapten Timnas Indonesia dalam laga melawan Australia pada September 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pemain Timnas Indonesia Mati-matian Jadi Top Skor di Piala Asia U-17 2025

3 Pemain Timnas Indonesia Mati-matian Jadi Top Skor di Piala Asia U-17 2025

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 20:28 WIB

Faktor Bagus, Timnas Indonesia U-17 Menang Lawan Korea Utara Bisa Terjadi karena Ini

Faktor Bagus, Timnas Indonesia U-17 Menang Lawan Korea Utara Bisa Terjadi karena Ini

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 18:51 WIB

Punya 13 Caps, Kiper Lokal Timnas Indonesia Ini Curhat Setelah Digeser Maarten Paes

Punya 13 Caps, Kiper Lokal Timnas Indonesia Ini Curhat Setelah Digeser Maarten Paes

Bola | Minggu, 13 April 2025 | 17:10 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×