Suara.com - PSSI sampai dengan saat ini masih belum memutuskan siapa yang akan menukangi Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2025.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mempertimbangkan juru taktik Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto.
Erick mengaku tidak mau asal pilih pelatih untuk SEA Games 2025. Sebab, Timnas Indonesia U-23 adalah juara bertahan di ajang tersebut.
PSSI menargetkan Timnas Indonesia bisa mempertahankan medali emas pada ajang multi event se-ASEAN itu. Oleh karena itulah juru formasi terbaik harus ditentukan dengan sebaik-baiknya.
Adapun pada edisi sebelumnya, Indra Sjafri yang menukangi Timnas Indonesia di SEA Games.
Namun, ia sudah dipecat PSSI dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 menyusul kegagalan menembus target ke Piala Dunia U-20 2025.

Meski begitu tetap ada kandidat lain sebagai pesaing Nova Arianto. Salah satunya adalah Gerald Vanenburg yang merupakan pelatih Timnas Indonesia U-23.
"Yang (pelatih) untuk SEA Games masih kami review. Kami juga melihat prestasi Coach Nova harus dipertimbangkan. Kalau tiba-tiba Coach Nova bikin 'ledakan'," kata Erick Thohir kepada awak media beberapa waktu lalu.
Adapun Nova Arianto bersama Timnas Indonesia U-17 baru saja mengakhiri perjuangannya di Piala Asia U-17 2025. Skuad Garuda Muda tersingkir di perempat final setelah dikalahkan Korea Utara, 0-6, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: Ironi Timnas Indonesia di AFC U-17: Dari Penampil Terbaik, Menjadi Paling Tak Berkutik
Sebelum itu Timnas Indonesia U-17 tampil superior di Grup C. Garuda Muda mampu melibas Korea Selatan (0-1), Yaman (1-4), dan Afghanistan (0-2).
Erick Thohir mengatakan PSSI akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Nova. Selain itu road-map akan dibicarakan bersama mantan pemain Persib Bandung itu.
Erick juga menjawab ketakutan publik terkait bakal dipecatnya Nova.
Ini berkaca dari kasus pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong yang tiba-tiba diberhentikan, padahal prestasinya sedang meningkat.
"Saya rasa hak prerogatif pergantian pelatih itu ada di PSSI dan kita punya perhitungan yang kita kalkulatif. Jadi tidak mungkin pergantian pelatih ini karena oh saya sendiri yang memutuskan atau sebagian Exco, kita review total," ujar Erick Thohir.
"Ingat kalau teman-teman media sampaikan. Saya akan mereview evaluasi setelah pertandingan Saudi. Bahkan saya bicara kecewa berat hasil (Timnas Indonesia senior) dengan China waktu pertandingan ada di China."
"Jadi (pemecatan Shin Tae-yong) ini bukan evaluasi mendadak. Jangan kita selalu terjebak pola pikir yang setback membandingkan satu dan lainnya, Kita harus move-on ke masa depan," ia menambahkan.

Erick Thohir Minta Jangan Banding-bandingkan Nova Arianto
Erick Thohir mengimbau masyarakat, khususnya warganet, untuk tidak membanding-bandingkan pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, dengan sosok-sosok lainnya.
Menurut Erick, hal tersebut justru dapat menimbulkan perpecahan di tengah semangat kebersamaan yang sedang dibangun oleh tim Garuda Muda.
Ia menegaskan bahwa sepak bola nasional harus dibangun di atas semangat kolaborasi, bukan dikotomi berdasarkan individu.
Erick juga menolak bila sepak bola hanya terfokus pada satu figur saja, termasuk dirinya.
“Saya tidak ingin sepak bola kita terpecah karena sosok individu, siapa pun itu. Saya pun ada masa jabatan, tahun 2027 saya selesai. Tapi sepak bola Indonesia harus tetap berjalan dan semakin maju, karena ini milik kita semua,” ujar Erick.
Erick juga menyoroti pentingnya menjaga semangat tim dan para pemain muda. Ia meminta agar netizen tidak langsung menjatuhkan kritik atau cemoohan, apalagi saat tim mengalami kekalahan.
Menurutnya, anak-anak muda yang masih dalam proses berkembang harus diberi ruang dan waktu untuk tumbuh.
“Mohon jangan pecah belah pemain dan pelatih. Jangan langsung menilai negatif saat hasil belum sesuai harapan. Anak-anak ini masih 17 tahun, masa depan mereka masih panjang. Sayang kalau mental mereka runtuh hanya karena komentar di media sosial,” tambahnya.
Erick bahkan menyarankan pelatih Nova Arianto untuk menghindari media sosial untuk sementara waktu demi menjaga fokus dan kestabilan emosional.
“Saya bilang ke Coach Nova, lebih baik matikan media sosial dulu. Tidak semua orang bisa tahan dengan komentar-komentar di luar sana. Insyaallah saya bisa kuat, tapi tidak semua orang sekuat itu,” tuturnya.