2 Alasan Timnas Indonesia Tak Perlu Khawatir Andai Denny Landzaat Hengkang

Arief Apriadi

Senin, 05 Mei 2025 | 18:22 WIB
2 Alasan Timnas Indonesia Tak Perlu Khawatir Andai Denny Landzaat Hengkang
2 Alasan Timnas Indonesia Tak Perlu Khawatir Andai Denny Landzaat Hengkang. (ig Patrick Kluivert)

Suara.com - Kabar mengenai potensi hengkangnya Denny Landzaat dari jajaran pelatih Timnas Indonesia sempat memicu kekhawatiran di kalangan pecinta sepak bola nasional. Namun, jika ditinjau lebih dalam, kepergian mantan gelandang Timnas Belanda itu sejatinya bukan ancaman besar bagi skuad Garuda.

Meski kontribusi pelatih sangat penting dalam membangun kekuatan tim, dalam kasus Landzaat, ada dua alasan kuat mengapa Timnas Indonesia tetap berada di jalur yang aman jika ia benar-benar mundur dari posisi asisten pelatih. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Masih Banyak Pelatih Lokal Berkualitas di Sekitar Timnas

Denny Landzaat mengaku tinggal tancap gas bersama Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 Maret 2025 besok. (IG Denny Landzaat)
Denny Landzaat mengaku tinggal tancap gas bersama Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 Maret 2025 besok. (IG Denny Landzaat)

Salah satu keunggulan Timnas Indonesia saat ini adalah keberadaan pelatih lokal yang berpengalaman dan sudah memahami karakter para pemain. Sosok Nova Arianto menjadi contoh nyata dari kualitas pelatih lokal yang dimiliki Indonesia.

Sebagai asisten pelatih yang telah lama bekerja bersama Shin Tae-yong, Nova dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan memiliki kedekatan emosional dengan pemain muda maupun senior.

Ia juga punya pengalaman luas dalam mendampingi tim nasional, termasuk Timnas U-16 dan skuad senior di berbagai ajang internasional.

Keunggulan utama Nova terletak pada pemahamannya terhadap kultur sepak bola Indonesia.

Hal ini menjadi nilai tambah besar jika Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, membutuhkan sosok pendamping yang bisa menjembatani komunikasi dan kultur antara pemain lokal dan pelatih asing.

Apabila Denny Landzaat benar-benar meninggalkan tim, Nova Arianto adalah kandidat ideal untuk mengisi kekosongan tersebut.

baca juga

Pengalaman dan komitmennya terhadap tim membuat transisi berjalan lebih mulus tanpa mengganggu stabilitas yang sudah terbangun.

2. Pengaruh Landzaat Belum Signifikan dalam Struktur Tim

Denny Landzaat dan Alex Pastoor (IG Alex Pastoor)
Denny Landzaat dan Alex Pastoor (IG Alex Pastoor)

Denny Landzaat baru bergabung dengan Timnas Indonesia pada awal 2024. Waktu yang relatif singkat ini belum cukup untuk membentuk sistem permainan atau menerapkan filosofi taktik yang berdampak luas pada performa tim.

Dengan belum adanya cetak biru permainan khas dari Landzaat, kepergiannya tidak akan menimbulkan guncangan besar. Struktur tim tetap solid karena pondasi taktik dan program latihan sepenuhnya berada di bawah kendali Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.

Hal ini berbeda jika Landzaat telah bekerja dalam jangka waktu lebih lama, misalnya satu atau dua tahun, di mana ia memiliki peran utama dalam membentuk identitas permainan tim.

Namun dalam konteks saat ini, kehadiran atau ketidakhadiran Landzaat belum menjadi faktor penentu dalam pembangunan jangka panjang timnas.

Selain itu, Timnas Indonesia dikenal dengan fleksibilitasnya dalam menyusun komposisi pelatih. PSSI sebagai federasi tentu sudah memiliki rencana cadangan bila terjadi pergantian staf pelatih.

Artinya, tim tetap dapat beradaptasi dan menjaga konsistensi tanpa perlu terlalu bergantung pada satu individu.

Stabilitas dalam tubuh tim pelatih memang penting, namun fleksibilitas untuk menghadapi perubahan juga tak kalah krusial.

Dalam kasus Denny Landzaat, Timnas Indonesia tampaknya memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk tetap solid meskipun harus kehilangan satu personel di jajaran staf pelatih.

Dengan kehadiran sosok seperti Nova Arianto dan peran dominan Patrick Kluivert dalam pembangunan taktik tim, skuad Garuda tidak perlu merasa gamang.

Suporter pun bisa lebih tenang karena proses pembentukan tim nasional tetap berada di jalur yang jelas dan terkendali.

PSSI diyakini sudah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk rotasi pelatih, untuk memastikan program Timnas Indonesia tetap berjalan lancar.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat Tinggal Joey Pelupessy, Sudah Ucap Pepisahan di Pinggir Lapangan

Selamat Tinggal Joey Pelupessy, Sudah Ucap Pepisahan di Pinggir Lapangan

Bola | Senin, 05 Mei 2025 | 14:30 WIB

Pupus Harapan Pascal Struijk untuk Bela Timnas Indonesia Lawan China

Pupus Harapan Pascal Struijk untuk Bela Timnas Indonesia Lawan China

Bola | Senin, 05 Mei 2025 | 13:58 WIB

Tinggalkan Oxford United, Ole Romeny Beri Respons

Tinggalkan Oxford United, Ole Romeny Beri Respons

Bola | Senin, 05 Mei 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:23 WIB

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:20 WIB

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:18 WIB

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:17 WIB

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:12 WIB

×