Kuota 11 Pemain Asing Liga 1: Klub Berprestasi atau Malah Babak-belur?

Ronald Seger Prabowo

Senin, 19 Mei 2025 | 10:22 WIB
Kuota 11 Pemain Asing Liga 1: Klub Berprestasi atau Malah Babak-belur?
Para pemain Persib Bandung merayakan gol ke gawang Persita Tangerang pada pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2024/25 di Stadion Indomilk Arena, Jumat, 16 Mei 2025. [PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana]

Suara.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) melempar rencana untuk menerapkan aturan 11 pemain asing di Liga 1 untuk musim depan.

Dari 11 pemain asing itu, nantinya hanya delapan legiun saja yang bisa bermain di lapangan, tiga sisanya di bangku cadangan.

Langkah ini disebut sebagai penyesuaian terhadap regulasi terbaru yang dikeluarkan AFC.

"Dari AFC dalam regulasinya membebaskan (kuota pemain asing). Kalau yang musim depan kuota pemain asing yang didaftarkan 11 yang dimainkan delapan. Tapi nanti tergantung PSSI yang memutuskan," kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus.

Persib Bandung melalui CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan pun memberikan respon mengenai penambahan kuota pemain asing pada kompetisi musim deoan.

Adhitia menyatakan Persib bersikap terbuka dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh operator maupun regulator kompetisi sepak bola nasional.

Dia memaparkan, tim Pangeran Biru sebagai klub profesional akan selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan regulasi yang ditetapkan pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim depan.

"Terkait rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menambah kuota pemain asing menjadi 11 pemain per klub pada kompetisi Liga 1 musim 2025/2026, kami dari Persib menghormati dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh LIB sebagai operator liga, maupun PSSI sebagai regulator kompetisi sepak bola di Indonesia," ungkap Adhitia melansir ANTARA, Senin (19/5/2025).

Pada wacana terbaru, PT LIB sudah menyarankan kepada PSSI bahwa setiap klub yang berkompetisi pada Liga 1 Indonesia 2025/26 diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing.

baca juga

Dari jumlah tersebut, maksimal delapan pemain asing dapat dimainkan secara bersamaan di atas lapangan, sementara tiga sisanya berada di bangku cadangan dan dapat diturunkan sebagai pengganti.

"Sebagai salah satu klub profesional di Liga 1, Persib selalu berkomitmen untuk mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap setiap regulasi yang ditetapkan secara resmi, demi kemajuan bersama," jelas Adhitia.

"Kami meyakini bahwa setiap kebijakan yang diambil tentunya telah melalui kajian strategis yang mempertimbangkan aspek peningkatan kualitas kompetisi, daya saing klub di level Asia, serta perkembangan industri sepak bola nasional secara menyeluruh," tambahnya.

Menurut Adhitia, dinamika dan perubahan dalam struktur regulasi merupakan bagian dari proses profesionalisasi dan modernisasi kompetisi domestik, yang juga sejalan dengan arah perkembangan sepak bola global.

"Persib akan terus berupaya mempersiapkan diri secara optimal dan beradaptasi dengan dinamika tersebut, agar dapat terus berkontribusi positif terhadap perkembangan sepak bola Indonesia," pungkasnya.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak juga memberikan peringatan keras sekaligus motivasi bagi para pemain lokal menyusul rencana penambahan kuota pemain asing.

"Ya, ini merupakan implementasi dari perubahan aturan AFC. Mereka sedang mencoba menyelaraskan kompetisi di Asia, dan Liga 1 juga harus beradaptasi," ujar Hodak.

Juru taktik asal Kroasia itu tak menampik bahwa kehadiran lebih banyak pemain asing akan membuat persaingan memperebutkan tempat di starting eleven semakin ketat.

Ia menilai kondisi ini justru menjadi tantangan besar bagi pemain lokal yang ingin bersaing di level tertinggi.

"Kalau pemain lokal ingin tetap bersaing dan masuk dalam skuad utama, maka kualitas mereka, baik dalam latihan maupun pertandingan, harus meningkat secara signifikan," jelas Hodak.

Keuangan Klub

Namun wacana penambahan kuota pemain asing juga menjadi tantangan yang cukup berat bagi manajemen klub.

Anggaran belanja pemain dipastikan membengkak, mengingat harga pemain asing lebih tinggi dibandingkan lokal.

Bukan tak mungkin, masalah finansial bakal menghantui klub-klub jika tidak siap dalam hal pendanaan.

PSIS Semarang bisa menjadi contoh nyata. Tim Laskar Mahesa Jenar dikabarkan menunggak gaji pemain hingga berbulan-bulan.

Akibat masalah finansial itu, sejumlah pemain asing memilih mundur dari skuad PSIS Semarang.

Kapten PSIS Semarang, Septian David Maulana, akhirnya menjelaskan secara terbuka apabila gajinya memang sudah tidak lancar sejak Januari 2025. Bahkan, sampai saat ini, upahnya untuk bulan itu masih belum dibayar lunas.

Sejak saat itu, Septian David tak lagi menerima gaji pada bulan berikutnya, yakni Februari, Maret, hingga April 2025. Menurut pemain asal Semarang itu, setiap pemain mengalami tunggakan gaji yang bervariasi antara satu dengan lainnya.

"Untuk masalah gaji, yang pasti memang ada keterlambatan, tetapi kami tidak tahu berapa bulan keterlambatan dari setiap pemain, karena kondisinya berbeda-beda,” kata Septian David Maulana kepada suporter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Dewa United, Malut United, dan Persebaya: Penentuan Tiket Kompetisi Asia Musim Depan

Jadwal Dewa United, Malut United, dan Persebaya: Penentuan Tiket Kompetisi Asia Musim Depan

Bola | Senin, 19 Mei 2025 | 09:08 WIB

Jadwal Penentuan Degradasi BRI Liga 1: Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera Main Serentak

Jadwal Penentuan Degradasi BRI Liga 1: Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera Main Serentak

Bola | Senin, 19 Mei 2025 | 07:18 WIB

Berbalas Penalti, Persebaya Tak Mampu Jaga Kemenangan di Kandang Borneo FC

Berbalas Penalti, Persebaya Tak Mampu Jaga Kemenangan di Kandang Borneo FC

Your Say | Senin, 19 Mei 2025 | 07:12 WIB

Terkini

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:18 WIB

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 18:17 WIB

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:10 WIB

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

×