Cerita Simon Tahamata Terlibat Skandal Match-Fixing: Titik Terendah Karier Saya

Galih Prasetyo

Jum'at, 23 Mei 2025 | 08:26 WIB
Cerita Simon Tahamata Terlibat Skandal Match-Fixing: Titik Terendah Karier Saya
Cerita Simon Tahamata Terlibat Skandal Match-Fixing: Titik Terendah Karier Saya [Facebook Simon Tahamata]

Suara.com - Simon Tahamata resmi menjadi kepala pemandu bakat Head of Scouting sepak bola nasional.

Penunjukkan Simon Tahmata oleh PSSI makin meningkatkan kepercayaan diri publik, Timnas Indonesia akan meraih prestasi di level dunia.

Simon Tahamata adalah legenda Ajax dan Belanda. Ia bukan sosok sembarangan. Prestasi sebagai pemain tidak hanya diakui di Belanda namun juga dunia.

Simon Tahamata nantinya akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan merekrut talenta potensial baik dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya di Belanda.

Pensiun sebagai pemain, Simon Tahamata memang berkecimpung di pengembangan pemain muda. Ia pernah memoles banyak pemain bintang di tim muda Ajax.

Resmi! Simon Tahamata Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia (PSSI)
Resmi! Simon Tahamata Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia (PSSI)

Tangan dingin Simon Tahamata hasilkan bibit-bibit unggul seperti Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, hingga Nigel de Jong.

Namun di luar prestasinya baik sebagai pemain dan pelatih pemain muda, Simon ternyata sempat tersandung skandal gegerkan Eropa.

Simon Tahamata dan Skandal Bellemans

Simon Tahamata pada 1980 pindah dari Ajax ke klub Belgia, Standard Liege. Sayang kepindahan Simon ke Liege membawanya ke masa kegelapan.

baca juga

Mencetak 14 gol dari 109 pertandingan bersama Ajax membuat Liege tertarik untuk boyong Simon.

Musim pertama dijalani Simon Tahamata dengan baik-baik saja, petaka datang pada musim kedua.

Standard Liege terlibat skandal match-fixing pada 1982. Kasus ini gegerkan Eropa saat itu dan kemudian dikenal dengan sebutan skandal Bellemans.

Nama Bellemans diambil dari hakim investigasi kasus ini, Guy Bellemans.

Kasus match-fixing ini melibatkan kapten Liege, Eric Gerets sebagai pelaku utama.

Dari hasil penyelidikan Guy Bellemans, terungkap Gerets memberikan uang suap kepada Roland Janssen sebelum pertandingan antara Liege vs Waterschei S.V di musim 1982.

Namun skandal ini baru terkuak ke publik pada 1984. Di musim 1982, Liege meraih gelar juara Liga Belgia.

Gerets saat itu mengatur pertandingan melawan Waterschei S.V. Jika Liege berhasil meraih hasil imbang, mereka akan meraih gelar juara musim itu.

Dari hasil penyelidikan hakim Guy Bellemas, terkuak, Gerets tidak hanya menyuap Janssen yang notabene pemain Waterschei S.V.

Gerets juga memiliki kaki tangan agar pertandingan berakhir sesuai rencananya. Nama Simon Tahamata terseret.

Gerets mengatur rekan setimnya yakni Michel Preud'homme, Jos Daerden, Arie Haan, dan Simon Tahamata, nantinya para pemain ini dijanjikan bonus.

Selain itu, Gerets juga menjajikan uang bonus kemenangan di laga sebelumnya akan diberikan kepada pemain Waterschei S.V.

Akal bulus Gerets berjalan lancar. Di laga itu, Liege sukses menggebuk Waterschei S.V. dengan skor 3-1 dan meraih gelar juara Liga Belgia.

Sebenarnya kasus ini terkuak karena tidak sengaja. Hakim investigasi Guy Bellemas saat itu tengah menyelidiki jaringan mafia di sepak bola Belgia.

Ia kemudian menemukan sejumlah bukti skandal Liege yang menyeret nama Simon Tahamata.

Legenda Ajax berdarah Ambon, Simon Tahamata [Tangkap layar Instagram]
Legenda Ajax berdarah Ambon, Simon Tahamata [Tangkap layar Instagram]

Hasil penyelidikan kemudian menyatakan para pelaku bersalah dan terbukti terlibat dalam match fixing.

Eric Gerets pelaku utama mendapat sanksi berat yakni skorsing selama tiga tahun. Petinggi klub Liege dari pelatih hingga CEO juga kena sanksi sama.

Sementara kaki tangan Gerets dihukum beragam. Roland Janssen disanksi dua tahun, Walter Meeuws, Guy Vandersmissen, Michel Preud'homme, Theo Poel, Gerard Plessers dan Jos Daerden disanksi satu tahun.

Bagiaman nasib Simon Tahamata? Simon juga disanksi satu tahun--sanksi sama yang diterima oleh bek PSM Yuran Fernandes.

Dari pemain yang terlibat, hanya Arie Haan yang lolos dari sanksi karena pada 1984 ia bermain di Hongkong.

Sementara PSSI-nya Belgia tidak memberikan sanksi degradasi kepada Liege dengan alasan kasusnya sudah kadaluarsa.

Tahamata tak membantah dengan skandal yang terjadi di Liege itu.

"Eric Gerets telah mengatur segalanya dengan pemain Waterschei. Mereka tidak akan mempersulit kami karena kami harus tampil di final Eropa," kata Simon kepada Het Nieuwslblad.

"Aneh rasanya menyaksikan pertandingan itu lagi," sambug Simon.

Simon Tahamata mengaku bahwa sanksi yang ia terima sangat berat. Bukan hanya ia yang tertekan namun juga keluarganya.

"Itu hukuman yang berat. Bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh keluarga,"

"Orang tua saya tahu saya telah melakukan kesalahan dan harus membayarnya," kata Simon.

"Itu titik terendah dalam karier saya," kenang Simon Tahamata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

H-3 TC Timnas Indonesia Calvin Verdonk Ucapkan Selamat Tinggal, Mees Hilgers Masih Cedera

H-3 TC Timnas Indonesia Calvin Verdonk Ucapkan Selamat Tinggal, Mees Hilgers Masih Cedera

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 07:56 WIB

Cerita Simon Tahamata, Pendukung RMS Kini Jadi Head of Scouting Timnas Indonesia

Cerita Simon Tahamata, Pendukung RMS Kini Jadi Head of Scouting Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 07:17 WIB

Kerap Cedera ketika Dipanggil Timnas Indonesia, Yance Sayuri Sebut Kehendak Tuhan

Kerap Cedera ketika Dipanggil Timnas Indonesia, Yance Sayuri Sebut Kehendak Tuhan

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 08:05 WIB

Yuran Fernandes Syukuri Pemangkasan Hukuman, Tidak Jadi 12 Bulan

Yuran Fernandes Syukuri Pemangkasan Hukuman, Tidak Jadi 12 Bulan

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 07:12 WIB

Bukan Karena Erick Thohir, Sosok Legenda Ini Bikin Simon Tahamata Mau Bantu Timnas Indonesia, Siapa?

Bukan Karena Erick Thohir, Sosok Legenda Ini Bikin Simon Tahamata Mau Bantu Timnas Indonesia, Siapa?

Bola | Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:35 WIB

Terkini

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:44 WIB

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:40 WIB

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:37 WIB

Cemburu Lihat Tanda Merah di Leher, Suami Habisi Nyawa Istri Saat Main HP

Cemburu Lihat Tanda Merah di Leher, Suami Habisi Nyawa Istri Saat Main HP

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:32 WIB

×