Play-off Berakhir Ricuh, Sampdoria Berhasil Selamat dari Jurang Degradasi ke Serie C

Irwan Febri

Senin, 23 Juni 2025 | 08:35 WIB
Play-off Berakhir Ricuh, Sampdoria Berhasil Selamat dari Jurang Degradasi ke Serie C
Kebahagiaan pemain Sampdoria usai batal degradasi ke Serie C. (Dok. Sampdoria)

Suara.com - Sampdoria berhasil lolos dari jurang degradasi ke Serie C Italia untuk kali pertama dalam sejarah klub. Kepastian ini didapat usai menjalani laga play-off melawan Salernitana yang berakhir ricuh hingga pertandingan dihentikan.

Gol jarak dekat dari Massimo Coda dan Giuseppe Sibilli pada tiap-tiap babak sebenarnya sudah cukup untuk memastikan kelangsungan hidup klub juara Liga Italia 1991 itu, menyusul kemenangan 2-0 pada leg pertama pekan lalu.

Namun, leg kedua yang digelar di Salerno harus dihentikan dan kemudian dibatalkan saat laga baru berjalan 65 menit. Ini terjadi setelah para pendukung tuan rumah meluapkan kemarahan dengan melemparkan flare, petasan, dan kursi ke dalam lapangan Stadion Arechi.

Kemenangan agregat 4-0 untuk Sampdoria kemungkinan akan secara resmi menjadi 5-0, karena Salernitana diperkirakan akan dijatuhi sanksi kekalahan 0-3 akibat insiden tersebut.

Sampdoria mengakhiri musim reguler Serie B di posisi ke-18 dan berada di zona degradasi, setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Juve Stabia. Sementara itu, Salernitana menang atas Cittadella pada laga terakhir.

Namun situasi berubah drastis setelah Brescia mendapat pengurangan poin akibat pelanggaran administrasi dan akuntansi. Hal ini membuat mereka turun di bawah Sampdoria di klasemen akhir.

Il Samp pun naik ke posisi play-off degradasi kedua, dan dipertemukan dengan Salernitana.

Drama terus berlanjut sepanjang laga play-off. Leg kedua bahkan sempat ditunda dari jadwal semula pada Jumat ke Minggu, akibat wabah keracunan makanan yang menimpa pemain dan staf Salernitana usai leg pertama di Genoa.

Salernitana yang hanya butuh hasil imbang agregat untuk bertahan (karena posisi mereka lebih tinggi di klasemen), sempat mengira unggul lebih dulu lewat gol Gian Piero Ferrari pada menit ke-34. Namun gol itu dianulir karena handball.

Empat menit berselang, Coda mencetak gol pembuka untuk Sampdoria, yang memicu kemarahan di tribun. Ketegangan memuncak setelah Sibilli menggandakan keunggulan di menit ke-49.

Laga sempat beberapa kali dihentikan karena ulah penonton. Para pemain kemudian masuk ke ruang ganti dengan harapan situasi mereda.

Namun, ketika pertandingan kembali dimulai, lemparan benda dari tribun kembali terjadi, kali ini di stadion yang sudah setengah kosong. Wasit Daniele Doveri pun memutuskan untuk menghentikan laga sekaligus mengakhiri kekhawatiran Samp akan degradasi.

Sampdoria mencatat kerugian sebesar 40,7 juta euro (Rp 769 milyar) dalam laporan keuangan 2024. Mereka memang mengalami kesulitan finansial dalam beberapa musim terakhir.

Setelah degradasi ke Serie B pada 2023, mereka nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh presiden klub saat ini, Matteo Manfredi, dan mantan pemilik Leeds United, Andrea Radrizzani. Radrizzani kini telah hengkang.

Mayoritas saham Sampdoria saat ini dimiliki oleh pengusaha asal Singapura, Joseph Tey.

Untuk menyelamatkan tim dari degradasi, legenda klub Alberico Evani dan Attilio Lombardo ditunjuk sebagai pelatih pada April lalu, setelah aktivitas transfer besar-besaran di bursa musim panas dan Januari.

Evani menjadi pelatih keempat Sampdoria musim ini, setelah Andrea Pirlo, Andrea Sottil, dan Leonardo Semplici.

Sampdoria sejatinya salah satu klub bersejarah di Italia yang bergemilang trofi.

Klub itu pernah menjadi juara Serie A pada musim 1990/1991. Kemudian empat kali Piala Italia pada 1984/1985, 1987/1988, 1988/1989, dan 1993/1994.

Sampdoria degradasi dari Serie A Italia sejak akhir musim 2022/2023 dan hingga kini belum berhasil kembali ke kasta tertinggi.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Debut di Timnas Indonesia, Emil Audero Berpotensi Turun Kasta

Baru Debut di Timnas Indonesia, Emil Audero Berpotensi Turun Kasta

Bola | Senin, 09 Juni 2025 | 16:02 WIB

Here We Go! Beckham Putra Pamer Jersey Klub Serie B Liga Italia

Here We Go! Beckham Putra Pamer Jersey Klub Serie B Liga Italia

Bola | Rabu, 04 Juni 2025 | 07:19 WIB

Venezia di Ambang Degradasi, Waktunya Jay Idzes untuk Realisasikan Mimpi Bermain di Klub Besar?

Venezia di Ambang Degradasi, Waktunya Jay Idzes untuk Realisasikan Mimpi Bermain di Klub Besar?

Your Say | Selasa, 22 April 2025 | 18:07 WIB

Jay Idzes Terancam Turun Kasta, Venezia Dianggap Hampir Pasti Degradasi ke Serie B

Jay Idzes Terancam Turun Kasta, Venezia Dianggap Hampir Pasti Degradasi ke Serie B

Bola | Minggu, 16 Maret 2025 | 15:03 WIB

Emil Audero Blunder Fatal: Tentu Saja Tidak Seperti

Emil Audero Blunder Fatal: Tentu Saja Tidak Seperti

Bola | Senin, 10 Maret 2025 | 14:51 WIB

Untung Rugi Emil Audero Turun Kasta ke Palermo, Timnas Indonesia Terdampak

Untung Rugi Emil Audero Turun Kasta ke Palermo, Timnas Indonesia Terdampak

Bola | Rabu, 05 Februari 2025 | 12:13 WIB

Eks Striker Sampdoria Dikenalkan Timnas Indonesia Jadi Pelatih Penyerang

Eks Striker Sampdoria Dikenalkan Timnas Indonesia Jadi Pelatih Penyerang

Bola | Sabtu, 01 Februari 2025 | 12:06 WIB

Terkini

Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?

Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:00 WIB

Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada

Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:01 WIB

Panen Cuan! Arsenal Sudah Kantongi Rp 2 Triliun di Liga Champions Musim Ini

Panen Cuan! Arsenal Sudah Kantongi Rp 2 Triliun di Liga Champions Musim Ini

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:00 WIB

Geger Kabar Minati Julian Alvarex, Barcelona Malah 'Dibully' Atletico Madrid

Geger Kabar Minati Julian Alvarex, Barcelona Malah 'Dibully' Atletico Madrid

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:32 WIB

Eks AC Milan Bongkar Kartu AS Mikel Arteta untuk Jungkalkan PSG

Eks AC Milan Bongkar Kartu AS Mikel Arteta untuk Jungkalkan PSG

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:12 WIB

5 Pemain Kunci PSG untuk Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions

5 Pemain Kunci PSG untuk Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:01 WIB

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:53 WIB

Igor Tolic Angkat Bicara Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Persib Bandung

Igor Tolic Angkat Bicara Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Persib Bandung

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:50 WIB

Tabrakan Lamborghini ke Pembatas Tol, Raheem Sterling Ditahan Polisi Diduga Pakai Narkoba

Tabrakan Lamborghini ke Pembatas Tol, Raheem Sterling Ditahan Polisi Diduga Pakai Narkoba

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:01 WIB