Global Warming dan Dampaknya di Sepak Bola: Laga Piala Dunia Antarklub Sering Ditunda karena Panas?

Arief Apriadi

Minggu, 29 Juni 2025 | 10:56 WIB
Global Warming dan Dampaknya di Sepak Bola: Laga Piala Dunia Antarklub Sering Ditunda karena Panas?
Penyerang Inter Miami, Lionel Messi melepaskan tendangan bebas dalam laga Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan dalam ajang yang berlangsung di Amerika Serikat ini beberapa kali ditunda karena cuaca panas. [Dok. IG/@fifaclubworldcup]

Suara.com - Gelaran Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat menjadi sorotan bukan hanya karena kualitas tim yang bertanding, tetapi juga karena kondisi cuaca ekstrem yang terus mengganggu jalannya pertandingan.

Cuaca panas yang melanda sejumlah kota tuan rumah membuat beberapa laga mengalami gangguan serius, dari cooling break tambahan hingga penundaan karena badai petir dan suhu ekstrem.

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia sepak bola bahwa pemanasan global bukan isu masa depan lagi, melainkan kenyataan yang kini memengaruhi pertandingan elite dunia.

Di kota seperti Philadelphia, suhu tercatat mencapai lebih dari 36 derajat Celcius saat pertandingan berlangsung, membuat banyak pemain mengeluhkan kelelahan dan kesulitan bernafas.

Chelsea bahkan harus mempersingkat sesi latihannya karena dianggap terlalu berisiko bagi pemain untuk beraktivitas di bawah paparan panas yang ekstrim.

Masalah ini tak hanya muncul dalam bentuk panas terik. Beberapa laga seperti Boca Juniors vs Auckland City terpaksa dihentikan akibat badai petir yang tiba-tiba muncul.

Fantastis! Uang Belanja Man City Rp6 T Lebih Banyak dari Pendapatan 5 Negara Ini [Instagram Manchester City]
Fantastis! Uang Belanja Man City Rp6 T Lebih Banyak dari Pendapatan 5 Negara Ini [Instagram Manchester City]

Kondisi ini tentu mengganggu ritme pertandingan dan memengaruhi performa tim yang harus menyesuaikan kembali strategi setelah jeda yang tidak direncanakan.

Cooling break di menit 30 dan 75 mulai menjadi standar, tapi banyak pemain menganggap itu belum cukup untuk mengimbangi beban fisik akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Fakta bahwa pertandingan masih dijadwalkan pada siang hari juga menambah tekanan. Suhu tertinggi biasanya terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00, tepat ketika laga berlangsung.

baca juga

FIFA mendapat kritik dari sejumlah pelatih dan pemain yang menuntut perubahan jam pertandingan atau penggunaan stadion indoor demi keselamatan atlet.

Beberapa venue dengan rumput sintetis pun terkena dampak. Lapangan terasa lebih panas, kering, dan memicu risiko cedera karena bola sulit dikontrol dan gerakan kaki menjadi lebih berat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: seberapa siap sepak bola dunia menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak bisa diprediksi?

Pertandingan yang ditunda atau terganggu karena cuaca ekstrem akan merusak ritme turnamen, memengaruhi jadwal siaran, dan membuat pengalaman penonton jadi kurang maksimal.

Selain itu, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di turnamen besar akan menguji kesiapan panitia dalam menyediakan alternatif logistik seperti ruangan pendingin dan sistem evakuasi cepat.

Pemanasan global secara perlahan mulai mendikte strategi, waktu, dan format dalam penyelenggaraan pertandingan, sesuatu yang sebelumnya jarang dipertimbangkan secara serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Doa dan Tuntutan Keadilan Bagi Korban

1000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Doa dan Tuntutan Keadilan Bagi Korban

Foto | Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:53 WIB

Iran Disanksi FIFA? Mungkinkah Posisinya Digantikan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

Iran Disanksi FIFA? Mungkinkah Posisinya Digantikan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 13:27 WIB

Siapa Alexandre Pato? Gagal Di AC Milan Kini Siap Bantu Pemulangan Juliana Marins

Siapa Alexandre Pato? Gagal Di AC Milan Kini Siap Bantu Pemulangan Juliana Marins

Bola | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:05 WIB

Di Mana Tuan Rumah Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jika Batal Digelar di Qatar?

Di Mana Tuan Rumah Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jika Batal Digelar di Qatar?

Bola | Kamis, 26 Juni 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×