Namun jumlah denda yang didapat Persebaya lebih banyak dari Bali United, yakni sekitar Rp655 juta.
3. PSS Sleman (Rp725 Juta)

PSS Sleman benar-benar bernasib buruk di Liga 1 2024, selain terdegradasi ke kasta kedua, Liga 2 musim ini.
Klub berjuluk Super Elang Jawa ini juga harus menerima kenyataan membayar denda besar di Liga 1 2024.
PSS Sleman harus membayar sebanyak Rp725 juta untuk denda sepanjang kompetisi di musim lalu.
2. Persija Jakarta (Rp835 Juta)
![Arsip - Sebanyak empat pemain Persija Jakarta terpilih ke dalam skuad Liga Indonesia All Stars di Piala Presiden 2025 lewat voting yang dilangsungkan sejak 20 Juni sampai dengan 26 Juni pada pukul 12.00 WIB. [Dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/27/78019-persija-jakarta.jpg)
Di peringkat kedua, klub dengan denda terbanyak di Liga 1 2024 adalah Persija Jakarta.
Persija Jakarta berakhir sebagai penghuni peringkat ketujuh klasemen akhir Liga 1 musim lalu.
Skuad Macan Kemayoran harus membayar denda sebanyak Rp835 juta kepada Komdis PSSI.
1. Persib Bandung (Rp1,125 Miliar)

Persib Bandung merupakan juara Liga 1 2024, klub dengan torehan prestasi back-to-back gelar.
Meski begitu, Persib juga menjadi klub dengan jumlah denda terbanyak di Liga 1 2024.
Klub berjuluk Maung Bandung itu harus membayar denda senilai Rp1,125 miliar.
itulah lima klub Liga 1 dengan jumlah denda terbanyak sepanjang musim 2024/2025.
Jumlah denda yang besar ini tentu menjadi sorotan tersendiri. Meski mampu dibayarkan, angka-angka tersebut mencerminkan masih banyaknya pelanggaran disiplin yang terjadi di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Pelanggaran yang menyebabkan denda ini umumnya berasal dari berbagai faktor, mulai dari perilaku suporter yang melanggar aturan, protes berlebihan terhadap wasit, keterlambatan kick-off, hingga pelanggaran administratif lainnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya disiplin dan profesionalisme di dalam maupun luar lapangan masih perlu ditingkatkan. Apalagi, PSSI lewat Komite Disiplin (Komdis) telah menunjukkan sikap tegas tanpa pandang bulu dalam menerapkan sanksi.
Total Rp6,83 miliar yang berhasil dikumpulkan Komdis PSSI dari 18 klub menjadi bukti bahwa Liga 1 masih menghadapi tantangan serius soal pembinaan mental dan kedisiplinan klub serta suporternya.
Dengan kompetisi Liga 1 2025/2026 akan segera bergulir Agustus mendatang, besar harapan agar klub-klub bisa lebih tertib dan profesional dalam menyikapi aturan yang berlaku.
Denda bukan hanya soal nominal uang, tapi juga menyangkut citra klub dan kepercayaan publik terhadap jalannya kompetisi.
Jika dikelola lebih disiplin, dana miliaran yang sebelumnya digunakan untuk membayar denda bisa dialihkan untuk pengembangan pemain muda, infrastruktur klub, atau peningkatan kualitas pertandingan.
Kini, tinggal bagaimana masing-masing klub mengambil pelajaran dari musim lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di musim berikutnya.
Kontributor: Eko
