- AC Milan mengkudeta posisi puncak Serie A dari Inter Milan setelah mengalahkan Cagliari 1-0 pada 3 Januari 2026.
- Gol tunggal kemenangan Milan dicetak oleh Rafael Leao, membawa tim mengoleksi 38 poin dalam 17 pertandingan.
- Pelatih Massimiliano Allegri menekankan pentingnya soliditas tim meski klasemen papan atas masih sangat ketat.
Suara.com - AC Milan mengawali tahun 2026 dengan hasil manis yang langsung mengubah peta persaingan papan atas klasemen Liga Italia Serie A.
Skuad berjuluk Rossoneri tersebut sukses melakukan kudeta posisi puncak dari rival sekotanya, Inter Milan, setelah membungkam Cagliari dengan skor tipis 1-0, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan krusial di laga tandang ini ditentukan oleh gol tunggal Rafael Leao pada babak kedua yang memastikan Milan pulang dengan poin penuh.
Tambahan tiga angka membuat pasukan Massimiliano Allegri kini mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan, unggul dua angka atas Inter Milan yang baru akan bermain.
Meski berhasil menduduki singgasana Capolista, Allegri menolak untuk terbawa euforia berlebihan dan memilih bersikap dingin.
Mantan pelatih Juventus tersebut menyadari bahwa selisih poin di antara tim penghuni lima besar sangatlah tipis dan rawan terkejar.
“Masih terlalu dini untuk membicarakan apa pun, karena ada lima tim yang jaraknya hanya tiga atau empat poin,” ujar Massimiliano Allegri usai laga.
Kemenangan di kandang Cagliari ini juga memiliki arti spesial bagi lini pertahanan Milan yang tampil sangat disiplin sepanjang 90 menit.
Hasil ini mencatatkan clean sheet kesembilan bagi AC Milan dari 17 laga yang sudah mereka lakoni di Serie A musim ini.
Baca Juga: Profil Nomor 9 Baru Milik AC Milan, Niclas Fullkrug: Striker Raksasa dari Jerman
“Kemenangan hari ini sangat penting, begitu juga dengan clean sheet, terutama setelah kami sempat kebobolan di beberapa laga sebelumnya,” tambah Allegri.
Allegri menegaskan bahwa soliditas dan kekompakan tim menjadi kunci utama Milan bisa bersaing di jalur Scudetto sejauh ini.
Namun, ia mengingatkan Rafael Leao dan kawan-kawan bahwa perjalanan musim ini masih sangat panjang dan penuh jebakan.
“Kami harus terus bekerja, karena kami tahu betapa sulitnya melangkah sampai akhir,” kata Allegri mengingatkan.
Sang pelatih memuji mentalitas anak asuhnya yang tetap mampu menjaga persatuan tim meski sempat melakukan beberapa kesalahan teknis di lapangan.
“Namun semangat tim sangat baik, dan meski ada kesalahan, kami tetap bermain sebagai satu kesatuan,” lanjutnya.