Kongkalikong Gelar Ballon dOr: Skandal 2013 Masih Jadi Misteri

Galih Prasetyo Suara.Com
Senin, 22 September 2025 | 21:23 WIB
Kongkalikong Gelar Ballon dOr: Skandal 2013 Masih Jadi Misteri
Cristiano Ronaldo saat meraih gelar Ballon d'Or 2013 [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Kemenangan Cristiano Ronaldo di Ballon d’Or 2013 masih menuai kontroversi
  • Dugaan kejanggalan dalam voting semakin memperkeruh situasi, dengan beberapa pelatih timnas mengaku hasil resmi tidak sesuai dengan suara yang mereka berikan.
  • Menjelang Ballon d’Or 2025, isu politik dalam penentuan pemenang kembali mencuat

Suara.com - Ballon d’Or selalu jadi ajang penuh gengsi, tapi juga tak pernah sepi dari kontroversi.

Publik sepak bola tentu masih ingat era dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang silih berganti merebut trofi individu paling bergengsi ini.

Namun, kemenangan Ronaldo pada 2013 hingga kini masih jadi salah satu momen paling diperdebatkan.

Musim itu, Ronaldo memang tampil buas dengan 55 gol, tetapi minim gelar bersama Real Madrid.

Sebaliknya, Franck Ribery baru saja membawa Bayern Munich meraih treble bersejarah—Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions.

Stade Brest: Dari Ribery ke Liga Champions, Kini Sambut Hilgers [Tangkap layar X]
Stade Brest: Dari Ribery ke Liga Champions, Kini Sambut Hilgers [Tangkap layar X]

Hasil voting ternyata sangat ketat: Ronaldo (27,99%), Messi (24,72%), dan Ribery (23,36%).

Di balik hasil tipis itu, muncul dugaan kejanggalan. Beberapa pelatih timnas, seperti Jorvan Vieira (Kuwait) dan Juan Carlos Buzzetti (Fiji), mengaku suara yang dipublikasikan tidak sesuai dengan yang mereka pilih.

Vieira bahkan menuding ada kecurangan setelah namanya dikaitkan dengan voting yang tak pernah ia berikan.

Hal serupa diungkapkan Gianni De Biasi (Albania) yang menolak klaim bahwa dirinya memberi lima poin untuk Zlatan Ibrahimovic.

Baca Juga: Ballon dOr 2025: Dembele atau Vitinha? PSG Bisa Pecah Suara, Lamine Siap Curi Panggung

Ribery sendiri sempat merasa kecewa.

“Saya sudah memenangi segalanya, sementara Ronaldo tidak meraih apa pun. Tapi yang lebih menyakitkan adalah politik yang terjadi. Bayern seharusnya dapat lebih banyak pengakuan,” ucapnya kala itu.

Kini, jelang malam penentuan Ballon d’Or 2025, cerita lama itu kembali ramai dibicarakan.

Paris Saint-Germain punya kandidat kuat lewat Ousmane Dembele, yang musim lalu membawa klub meraih Liga Champions pertama dalam sejarah.

Namun persaingan tak ringan, wonderkid Barcelona Lamine Yamal, Raphinha, hingga Mohamed Salah siap memberi kejutan.

Belajar dari pengalaman Ribery, publik menanti apakah kali ini faktor politik dan lobi kembali jadi penentu, ataukah Ballon d’Or benar-benar akan jatuh ke tangan pemain paling pantas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI