- Lima pemain Timnas tampil kurang maksimal di laga perdana babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Ricky Kambuaya hingga Yakob Sayuri menjadi sorotan karena performa yang tak sesuai ekspektasi.
- Evaluasi individu jadi bekal penting jelang laga berat berikutnya kontra Irak.
Suara.com - Langkah pertama Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia berjalan tidak sesuai harapan.
Skuad Garuda harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 2-3 pada laga pembuka yang berlangsung ketat dan penuh drama.
Di balik hasil tersebut, muncul sejumlah catatan individu.
Beberapa pemain dinilai tampil di bawah performa terbaiknya sehingga berpengaruh terhadap ritme permainan tim asuhan Patrick Kluivert itu.
Berikut ulasan para pemain yang sorotannya cukup tajam.
1. Ricky Kambuaya – Gelandang Serang Tanpa Umpan Berbahaya
Patrick Kluivert menugaskan Ricky Kambuaya bermain lebih ofensif dalam laga ini.
Namun, meski dipercaya tampil penuh selama 90 menit, kontribusinya di lini depan minim.
Sepanjang laga, Ricky hanya mencatat satu percobaan tembakan, itu pun berhasil diblok oleh pemain Arab Saudi.
Ekspektasi terhadap kreativitasnya di area sepertiga akhir tak benar-benar terpenuhi.
2. Beckham Putra – Winger Kiri yang Kehilangan Koordinasi
Beckham Putra dipasang di sisi kiri serangan mendampingi Dean James. Sayangnya, duet ini tak berjalan mulus.
Beckham gagal menciptakan peluang berarti, bahkan tak sempat melepaskan tembakan ke arah gawang.
Akibat performa yang kurang menonjol, Kluivert menggantinya pada babak kedua dengan Eliano Reijnders.
3. Ragnar Oratmangoen – Minim Dampak di Lini Depan
Ragnar diplot menjadi tandem Ricky Kambuaya di sektor serang, namun kontribusinya juga mengecewakan.
Hanya dua dribelnya yang sukses, dan ia sama sekali tak mencatat tembakan ke gawang.
Kluivert pun akhirnya menarik Ragnar keluar pada menit ke-64 dan memasukkan Ole Romeny yang memberi sedikit perubahan ritme.
4. Yakob Sayuri – Salah Posisi, Berujung Fatal
Yakob Sayuri dipercaya mengisi pos bek kanan, posisi yang bukan spesialisasinya.
Naluri menyerang yang tinggi membuatnya sering terlambat turun ketika Arab Saudi melancarkan serangan balik cepat.
Kesalahan penempatan posisi Yakob bahkan berujung penalti yang menjadi gol ketiga untuk tuan rumah — momen yang banyak disorot usai laga.
5. Marc Klok – Gagal Mengatur Tempo di Tengah
Patrick Kluivert mengambil risiko dengan menurunkan Marc Klok sebagai partner Joey Pelupessy di lini tengah, bukan Thom Haye atau Nathan Tjoe-A-On.
Keputusan ini ternyata tidak berjalan baik. Klok kesulitan mengontrol ritme permainan dan beberapa kali kehilangan bola di area krusial.
Kehilangan keseimbangan di lini tengah membuat serangan Indonesia tidak berkembang sebagaimana mestinya.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
