- Cape Verde lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang 3-0 atas Eswatini.
- Negara kecil itu memanfaatkan dana FIFA Forward untuk membangun sepak bola secara menyeluruh.
- Timnas Indonesia juga menerima dana serupa, namun belum berhasil menembus Piala Dunia.
Suara.com - Cape Verde mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama.
Cape Verde dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di babak kualifikasi, Senin, 13 Oktober waktu setempat.
Dengan populasi hanya sekitar 525 ribu jiwa, Cape Verde menjadi negara dengan jumlah penduduk terkecil kedua yang tampil di Piala Dunia, setelah Islandia.
Sokongan Bantuan dari FIFA
Keberhasilan ini bukan hasil kebetulan. Sejak didirikan pada 1982 dan resmi bergabung dengan FIFA pada 1986, Federasi Sepak Bola Cape Verde (FCF) telah bekerja keras membangun sepak bola di negaranya — dengan dukungan besar dari program FIFA Forward.
Menariknya, sama seperti FCF, PSSI, Induk sepak bola Indonesia pun mendapatkan program FIFA Forward.
FIFA Forward adalah dana bantuan FIFA untuk pengembangan sepakbola di seluruh dunia.
Program ini berjalan sejak 2016 dan telah menyalurkan uang sebesar USD 2,8 miliar kepada 6 konfederasi dan 211 asosiasi anggota, termasuk Indonesia.
Bedanya, Indonesia yang juga menerima dana bantuan FIFA itu masih gigit jari untuk tampil di Piala Dunia, sementara Cape Verde sukses mengukir sejarah.
Baca Juga: Patrick Kluivert Dijauhi Sang Anak usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
FCF seperti dilansir dari laman resmi FIFA menggunakan dana bantuan itu secara tepat sasaran untuk pengembangan sepak bola mereka.
Dana bantuan tersebut digunakan untuk:
Mendukung operasional tim nasional,
Membangun lapangan sintetis di Pulau Santiago,
Merenovasi Stadion Adérito Sena di Pulau São Vicente,
Meningkatkan fasilitas markas besar dan pusat latihan FCF.
"Berkat proyek-proyek itu, anak-anak muda di seluruh pulau kini memiliki akses lebih baik untuk bermain sepak bola — sebuah fondasi penting bagi perkembangan Blue Sharks," tulis FIFA.
Secara geografis, Cape Verde dikenal sebagai negara kering dan miskin sumber daya alam.
Namun, dari keterbatasan itu lahir ketangguhan yang menjadi identitas mereka.
“Kami tumbuh dalam kondisi sulit, tapi justru itulah yang membuat kami tangguh,” kata jurnalis olahraga Victor Hugo Forte.
Perjalanan Blue Sharks sendiri terus menanjak sejak debut mereka di Piala Afrika 2013.
Mereka kini sudah empat kali tampil di turnamen tersebut, bahkan mencapai perempat final pada edisi 2023 sebelum kalah adu penalti dari Afrika Selatan.
Kontributor: M.Faqih